Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Perkuat Spirit Al-Ma’un, MPKS PWM Jatim Genjot Akreditasi LKSA Lewat Bimtek Wilayah III

Iklan Landscape Smamda
Perkuat Spirit Al-Ma’un, MPKS PWM Jatim Genjot Akreditasi LKSA Lewat Bimtek Wilayah III
Bimbingan Teknis (Bimtek) Monitoring dan Evaluasi Amal Usaha Muhammadiyah Wilayah III oleh MPKS PWM Jawa Timur pada Sabtu (18/7/2026). (Istimewa/PWMU.CO).
pwmu.co -

Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Monitoring dan Evaluasi Amal Usaha Muhammadiyah Wilayah III.

Bimtek yang berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) meliputi Malang Raya, Kabupaten  Kota Pasuruan dan Blitar.

Lebih lanjut, kegiatan ini terlaksana di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al Amin Putri Kepanjen, Kabupaten Malang.

Bimtek tersebut mengusung tema “Sinergi Evaluasi dan Pembinaan: Mengintegrasikan Ideologi Muhammadiyah dalam Sistem Manajemen AUMSos”.

Perkuat Tata Kelola 

Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 30 peserta yang terdiri atas unsur MPKS Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) serta para pengurus dan pengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah dan Aisyiyah dari Wilayah III Jawa Timur.

Bimtek ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Muhammadiyah dalam memperkuat tata kelola amal usaha sosial agar semakin profesional, akuntabel, dan tetap berlandaskan nilai-nilai ideologi Muhammadiyah.

Sejak awal kegiatan, semangat kolaborasi dan peningkatan kualitas pengelolaan LKSA menjadi fokus utama.

Tema yang diusung tidak hanya menekankan pentingnya evaluasi administratif. Tetapi juga menggarisbawahi bahwa sistem manajemen amal usaha sosial harus selalu terintegrasi dengan spirit dakwah dan nilai-nilai Al-Islam serta Kemuhammadiyahan.

Mewakili Ketua PDM Kabupaten Malang, Ketua MPKU Kabupaten Malang, Abu Bakar, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan dan pengelolaan LKSA merupakan bentuk nyata implementasi ajaran Islam sebagaimana terkandung dalam Surah Al-Ma’un.

Menurutnya, Muhammadiyah telah membuktikan komitmennya dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat melalui pengelolaan panti asuhan dan lembaga kesejahteraan sosial secara konsisten.

“Pengelolaan LKSA merupakan realisasi dari QS Al Ma’un yang secara konsisten dan serius dilakukan oleh Muhammadiyah. Dengan Bimtek ini, harapannya semua peserta dapat meneruskan kepada pengelola dan pengurus LKSA lainnya serta dapat meningkatkan kualitas pengelolaan LKSA serta menyiapkan akreditasi LKSA kita” terang Abu Bakar.

“Totalitas dalam pengelolaan LKSA adalah bukti syukur kita kepada Allah SWT meskipun gaji kita tidak seberapa” tambahnya.

Ia juga berharap seluruh peserta tidak berhenti pada pemahaman selama pelatihan. Tetapi mampu menjadi agen perubahan di masing-masing LKSA dengan menyebarluaskan hasil pembelajaran kepada pengurus dan pengelola lainnya.

Dengan demikian, peningkatan kapasitas dapat dirasakan secara merata di seluruh lembaga sosial Muhammadiyah di Wilayah III Jawa Timur.

Instrumen Mengukur Mutu Layanan Sosial

Sementara itu, Wakil Ketua MPKS PWM Jawa Timur, Fadly Yulianto, menjelaskan esensi dari pelaksanaan Bimtek ini.

Menurut Fadly, hal tersebut sebagai bagian dari agenda monitoring dan evaluasi terhadap pengelolaan LKSA Muhammadiyah di sejumlah daerah sekaligus sebagai langkah strategis menuju akreditasi lembaga.

“Bimtek ini bertujuan untuk monitoring dan evaluasi pengelolaan LKSA menuju akreditasi LKSA” ungkap Fadly Yulianto.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurutnya, proses akreditasi bukan sekadar pemenuhan aspek administrasi, melainkan juga menjadi instrumen untuk mengukur mutu layanan sosial yang diberikan kepada anak-anak binaan.

Oleh karena itu, setiap LKSA Muhammadiyah diharapkan mampu memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan pemerintah tanpa meninggalkan karakteristik Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah yang berorientasi pada pelayanan umat.

Dalam pelaksanaan Bimtek, peserta mendapatkan dua materi utama yang saling melengkapi.

Materi pertama bertajuk “Implementasi Monev dan Akreditasi LKS Muhammadiyah dan Aisyiyah Jawa Timur” yang memberikan pemahaman mengenai mekanisme monitoring dan evaluasi, indikator penilaian, serta berbagai aspek yang menjadi perhatian dalam proses akreditasi lembaga kesejahteraan sosial.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi “Simulasi Monev dan Akreditasi”, yang dirancang untuk memberikan pengalaman praktis mengenai proses penilaian lapangan.

Melalui simulasi tersebut, peserta diajak memahami secara langsung berbagai instrumen evaluasi, penyusunan dokumen pendukung, hingga strategi menghadapi proses akreditasi secara sistematis dan terukur.

Pelaksanaan simulasi menjadi salah satu sesi yang mendapatkan perhatian besar dari peserta karena memberikan gambaran nyata mengenai kesiapan lembaga dalam memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Spirit Al-Maun

Selain itu, forum diskusi yang berlangsung selama kegiatan juga menjadi sarana berbagi pengalaman antar-LKSA dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan. Baik dari aspek administrasi, pelayanan, sumber daya manusia, maupun pengembangan kelembagaan.

Bimtek ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi bagi MPKS PDM serta pengelola LKSA di Malang Raya, Kabupaten Kota Pasuruan dan Blitar untuk memperkuat sinergi dalam membangun tata kelola amal usaha sosial yang semakin profesional.

Melalui monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan setiap LKSA mampu melakukan perbaikan secara berkesinambungan sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.

Lebih dari itu, penguatan sistem manajemen yang berbasis nilai-nilai ideologi Muhammadiyah harapannya mampu melahirkan lembaga sosial yang tidak hanya unggul dalam aspek administrasi dan pelayanan. Namun juga memiliki ruh gerakan dakwah yang kuat.

Semangat Al-Ma’un sebagai fondasi gerakan sosial Muhammadiyah menjadi landasan penting dalam setiap proses pembinaan, evaluasi, maupun pengembangan kelembagaan.

Melalui kegiatan ini, MPKS PWM Jawa Timur menunjukkan komitmennya untuk terus mendampingi dan membina seluruh LKSA Muhammadiyah agar semakin siap menghadapi proses akreditasi. Sekaligus mampu memberikan pelayanan sosial yang berkualitas, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Sinergi antara pengurus persyarikatan, pengelola LKSA, serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan menjadi modal utama dalam mewujudkan amal usaha sosial Muhammadiyah yang semakin maju, terpercaya, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 21/07/2026 17:13
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu