Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ogan Komering Ulu (OKU) Timur menggali pengalaman PDM Ponorogo dalam pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sekaligus mempersiapkan kredensial Klinik Pratama Muhammadiyah OKU Timur, Sabtu (22/8/2026).
Rombongan PDM OKU Timur melakukan kunjungan silaturahmi dan audiensi ke Kantor PDM Ponorogo. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk bertukar pengalaman mengenai tata kelola AUM, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.
Rombongan PDM OKU Timur disambut Sekretaris PDM Ponorogo Dr. Rudianto, M.Pd., bersama jajaran Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PDM Ponorogo. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan.
Bahas Persiapan Kredensial Klinik
Salah satu pembahasan utama dalam audiensi tersebut adalah pengelolaan AUM kesehatan. PDM OKU Timur mendapatkan masukan mengenai tata kelola, komunikasi kelembagaan, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi proses kredensial Klinik Pratama Muhammadiyah OKU Timur.
Selain membahas aspek teknis pengelolaan klinik, diskusi juga menyoroti pentingnya membangun hubungan yang baik antara persyarikatan dan pengelola AUM. Menurut PDM Ponorogo, komunikasi dan kekompakan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan AUM.
Dr. Rudianto menegaskan, pengelolaan AUM membutuhkan kesamaan visi antara persyarikatan dan pengelola.
“Dalam penyelenggaraan AUM harus ada kekompakan dan komunikasi yang baik antara pengelola dan persyarikatan. Kalau komunikasinya baik dan kita memiliki semangat yang sama untuk membesarkan AUM, insyaallah tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan,” tegasnya.
Menurutnya, perbedaan pandangan yang muncul dalam pengelolaan AUM perlu diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah. Persyarikatan dan pengelola juga perlu menempatkan kepentingan bersama sebagai tujuan utama.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita memiliki semangat yang sama untuk membesarkan AUM. Jangan sampai persyarikatan berjalan sendiri dan pengelola berjalan sendiri,” lanjutnya.
Berbagi Pengalaman Kelola AUM Pendidikan
Audiensi tidak hanya membahas AUM kesehatan. Pembicaraan juga berkembang pada pengelolaan AUM pendidikan, termasuk strategi membangun lembaga pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dr. Rudianto menekankan pentingnya lembaga pendidikan Muhammadiyah memiliki identitas dan keunggulan yang jelas. Menurutnya, branding perlu dibangun tanpa mengesampingkan penguatan karakter peserta didik.
“Pendidikan harus memiliki branding yang jelas, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun, yang paling penting tetap penanaman karakter, apalagi di era digital seperti saat ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital membawa peluang sekaligus tantangan bagi lembaga pendidikan. Karena itu, sekolah dan madrasah Muhammadiyah tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga perlu membentuk peserta didik yang memiliki nilai keislaman, kemandirian, dan tanggung jawab.
Berbagai pengalaman pengelolaan AUM tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi PDM OKU Timur dalam menghadapi tantangan pengelolaan lembaga. Praktik baik yang diperoleh dapat menjadi referensi untuk dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah.
PDM OKU Timur Dapat Wawasan Baru
Ketua PDM OKU Timur H. Prioyitno, S.Pd., M.M., mengaku mendapatkan banyak wawasan dari audiensi tersebut. Ia menilai pengalaman yang dibagikan PDM Ponorogo membantu pihaknya memetakan berbagai persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan AUM.
Dengan nada bercanda, Prioyitno menggambarkan kesannya setelah mengikuti pertemuan tersebut.
“Berangkat dengan muka yang senyum saja sulit, kini bisa pulang dengan senyum lebar,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan kesan positif PDM OKU Timur setelah mendapatkan berbagai masukan dan pengalaman dari PDM Ponorogo.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi awal dari komunikasi yang lebih intensif antara PDM OKU Timur dan PDM Ponorogo. Pengalaman mengenai tata kelola AUM, persiapan kredensial klinik, serta pengembangan lembaga pendidikan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan bagi PDM OKU Timur.
Pertukaran pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari upaya antar-PDM untuk saling belajar dalam mengembangkan AUM secara profesional, berkelanjutan, dan tetap sejalan dengan tujuan persyarikatan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments