Pesantren Mahasiswa Al Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo) menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Akademik 2026–2027 di Restomu, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat arah gerak pesantren dalam membentuk generasi robbani yang berakhlak mulia, memiliki literasi keagamaan yang kuat, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Raker diikuti pengurus Pesma Al Manar dan dihadiri Kepala Bagian Pengkajian, Pembinaan, dan Pengembangan Dakwah Islam (BP3DI) Umpo Dr Sri Susanti MA. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk merumuskan program kerja yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi pesantren dalam pembinaan karakter dan kepemimpinan.
Dalam sambutannya, Sri Susanti menekankan bahwa pesantren memiliki tanggung jawab penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam pemahaman agama, tetapi juga mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.
“Pesantren yang dituntut berpikir kritis untuk agama, namun di sisi lain harus melek tentang teknologi. Dan dua-duanya harus kita wujudkan dengan segenap pikiran dan semangat berjuang kita,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Raker bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan forum untuk menentukan arah gerak pesantren dalam membentuk santri yang berakhlak mulia dan siap memimpin bangsa.
“Karena Raker ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, namun lebih kepada menentukan arah gerak kita dalam membentuk santri yang berakhlak mulia, siap memimpin bangsa,” tegas Sri Susanti.
Empat Fokus Strategis
Dalam penyusunan program kerja Pesma Al Manar Tahun Akademik 2026–2027, terdapat empat fokus strategis yang menjadi perhatian.
Pertama, relevansi dan kontekstualisasi program. Setiap kegiatan diharapkan membumi dan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa saat ini. Salah satu hal yang perlu diperkuat adalah perhatian terhadap isu kesehatan mental mahasiswa sebagai bagian dari pembinaan yang menyeluruh.
Kedua, penguatan karakter dan literasi keagamaan. Pesma Al Manar diharapkan menjadi ruang pembentukan mahasiswa yang berakhlak mulia, memiliki pemahaman agama yang kuat, serta mampu berpikir kritis dalam mengamalkan nilai-nilai Islam.
Ketiga, sinergi dan kolaborasi organisasi. Pengelolaan pesantren perlu dibangun dengan semangat kolektif kolegial yang mengedepankan kerja sama dan tanggung jawab bersama.
Sinergi antara pengurus Pesma, BP3DI, dan unsur terkait di lingkungan Umpo menjadi bagian penting untuk mewujudkan program yang terarah dan berdampak. Seluruh ikhtiar tersebut bermuara pada satu tujuan, yakni pengabdian.
Keempat, optimalisasi media dan teknologi. Perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperkuat pengelolaan pesantren, pembelajaran, komunikasi, dan publikasi kegiatan.
Optimalisasi media digital diharapkan dapat mendukung dakwah sekaligus memperluas pengenalan Pesma Al Manar kepada masyarakat.
Raker Pesma Al Manar Tahun Akademik 2026–2027 menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan untuk menghadirkan pembinaan pesantren yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter mahasiswa.
Dengan semangat kolektif kolegial dan komitmen pengabdian, Pesma Al Manar Umpo terus menguatkan perannya dalam membentuk generasi robbani yang mencintai Al-Quran, berakhlak mulia, berilmu, dan siap mengambil peran kepemimpinan di tengah masyarakat dan bangsa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments