Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jombang menggelar In-House Training (IHT) selama dua hari, Jumat–Sabtu (11–12/9/2026). Kegiatan ini membahas strategi peningkatan jumlah siswa, mutu pendidikan, serta penguatan reputasi sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Kabupaten Jombang.
Narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Mulyana AZ, S.Pd., M.Si. Dalam pemaparannya, ia menyoroti hasil pemetaan sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Jombang yang menurutnya masih memerlukan perhatian dan penanganan dari pengelola pendidikan.
Menurut Dr. Mulyana, upaya meningkatkan kualitas sekolah dan madrasah Muhammadiyah membutuhkan kesungguhan serta kerja bersama dari seluruh unsur yang terlibat dalam pengelolaan pendidikan.
“Membesarkan sekolah/madrasah Muhammadiyah Jombang membutuhkan kesungguhan, kekompakan, kebersamaan, dan yang paling utama harus memiliki jiwa petarung. Melalui IHT dua hari ini, kita harapkan terjadi momentum kebangkitan bersama,” tegas Dr. Mulyana di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan, pengembangan sekolah dan madrasah tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah peserta didik, tetapi juga mencakup kualitas layanan pendidikan, pengelolaan sumber daya manusia, serta kemampuan lembaga membangun kepercayaan masyarakat.
Salah satu strategi yang dibahas adalah peningkatan jumlah siswa melalui penguatan pemasaran, citra lembaga, dan hubungan masyarakat. Sekolah dan madrasah didorong untuk lebih aktif memperkenalkan program pendidikan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan, seperti perlombaan, pameran karya siswa, dan open house.
Selain promosi, Dr. Mulyana mendorong setiap sekolah dan madrasah memiliki program unggulan yang dapat menjadi pembeda. Program tersebut perlu dikembangkan sesuai potensi lembaga sehingga dapat menjadi salah satu pertimbangan masyarakat dalam memilih sekolah.
Penguatan fasilitas juga menjadi bagian dari strategi peningkatan daya tarik sekolah. Fasilitas pembelajaran, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, serta lingkungan sekolah perlu diperhatikan agar mendukung proses pendidikan sekaligus memberikan kenyamanan bagi siswa.
Dalam penerimaan murid baru, sekolah dan madrasah juga didorong membangun sistem penerimaan yang lebih terencana. Panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) perlu bekerja berdasarkan target, pembagian tugas, serta rencana kerja yang jelas sehingga proses penerimaan murid dapat dilakukan secara lebih terukur.
Selain peningkatan jumlah siswa, IHT membahas pentingnya penguatan mutu pendidikan dari dalam lembaga. Pengembangan kurikulum perlu menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan peserta didik.
Inovasi pembelajaran juga menjadi bagian yang disoroti. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, penerapan Project-Based Learning, serta penyediaan sarana pendukung pembelajaran digital dinilai dapat menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menghadapi perubahan kebutuhan pendidikan.
Pengembangan kompetensi guru juga menjadi perhatian. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi, berpikir kritis, beradaptasi dengan perubahan, dan mengelola pembelajaran secara kreatif.
Transformasi perpustakaan menuju layanan berbasis digital turut dibahas sebagai salah satu bentuk penguatan fasilitas pembelajaran. Akses terhadap referensi yang lebih luas diharapkan dapat mendukung proses belajar siswa dan pengembangan kapasitas guru.
Pada aspek reputasi, prestasi akademik dan nonakademik menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan sekolah dan madrasah. Capaian tersebut perlu diiringi dengan penguatan standardisasi lembaga serta pemberian apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan.
Melalui IHT tersebut, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Jombang mendorong kepala sekolah, guru, dan pengurus majelis memiliki perhatian yang sama terhadap kondisi sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Pembenahan diarahkan tidak hanya pada aspek jumlah siswa, tetapi juga pada mutu pendidikan, pengelolaan lembaga, serta reputasi di tengah masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman pengelola pendidikan sekaligus mendorong sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Jombang melakukan perbaikan sesuai kondisi masing-masing lembaga. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments