Informasi mengenai wilayah dan fasilitas yang dimiliki desa menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung pengelolaan serta perencanaan pembangunan.
Melihat kebutuhan tersebut, Kelompok 49 Kuliah Kerja Nyata Pencerah (KKN-P) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menyelesaikan program kerja pemetaan wilayah dan fasilitas publik Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, pada Jumat (28/8/2026).
Program tersebut menghasilkan Peta Batas Wilayah dan Peta Persebaran Fasilitas Publik yang memuat informasi mengenai pembagian enam dusun, jaringan jalan, serta berbagai fasilitas yang berada di wilayah Desa Pohjejer.
Petakan Wilayah dan Fasilitas Desa
Proses pemetaan dilakukan melalui observasi langsung ke setiap dusun, wawancara dengan kepala dusun dan perangkat desa, dokumentasi, serta pengambilan titik koordinat menggunakan aplikasi GPS Essential.
Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) hingga menjadi visualisasi peta.
Penanggung jawab program kerja, Syafa, mengatakan proses pendataan dilakukan secara langsung untuk memastikan informasi yang dicantumkan dalam peta sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kami turun langsung ke setiap dusun untuk memastikan lokasi fasilitas dan mengumpulkan titik koordinat sebelum data diolah menjadi peta” ujar Syafa.
Hasil pendataan menunjukkan adanya berbagai fasilitas yang tersebar di enam dusun, mulai dari fasilitas pendidikan, pemerintahan, kesehatan, keagamaan, perekonomian, hingga ruang publik.
Data tersebut kemudian divisualisasikan dalam bentuk peta agar informasi mengenai wilayah dan fasilitas desa dapat lebih mudah dipahami.
Jadi Data Pendukung Pemerintah Desa
Peta yang dihasilkan tidak hanya menjadi hasil dokumentasi program KKN. Namun harapannya dapat dimanfaatkan sebagai media informasi dan data pendukung bagi Pemerintah Desa Pohjejer.
Kepala Desa Pohjejer, Tri Palira Alviansyah SE menyambut baik hasil pemetaan yang dilakukan mahasiswa.
Menurutnya, informasi yang disajikan dalam bentuk peta dapat membantu pemerintah desa melihat kondisi wilayah dan fasilitas yang tersedia secara lebih jelas.
“Dengan adanya peta ini, informasi mengenai wilayah dan fasilitas desa menjadi lebih jelas dan mudah dilihat. Ini bisa menjadi data pendukung bagi pemerintah desa” tuturnya.
Diserahkan untuk Dimanfaatkan Desa
Penyelesaian program kerja ditandai dengan penyerahan hasil peta kepada Pemerintah Desa Pohjejer. Peta tersebut memuat batas wilayah desa, pembagian enam dusun, jaringan jalan, serta persebaran fasilitas publik yang telah didata mahasiswa.
Melalui pemetaan tersebut, Kelompok 49 KKN-P UMSIDA berharap informasi yang telah dikumpulkan dapat terus dimanfaatkan setelah masa pengabdian berakhir.
Data tersebut diharapkan dapat mendukung pemerintah desa dalam melakukan inventarisasi fasilitas, mengenali kondisi wilayah, serta menjadi salah satu bahan dalam pengelolaan dan perencanaan pembangunan Desa Pohjejer.
Bagi mahasiswa, program pemetaan juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan hasil pengabdian yang tidak hanya selesai pada saat KKN berlangsung. Tetapi dapat tetap digunakan dan dikembangkan oleh desa.





0 Tanggapan
Empty Comments