Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Petualangan Ilmuwan Cilik, 224 Murid SD Mumtaz Belajar Ekosistem Mangrove di Surabaya

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Petualangan Ilmuwan Cilik, 224 Murid SD Mumtaz Belajar Ekosistem Mangrove di Surabaya
Murid laki laki sedang proses memasukkan tanah ke dalam polybag untuk media menanam propagul benih mangrove (Eli Mahmudah/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Sebanyak 224 murid kelas 4A–4H SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman atau yang lebih dikenal dengan SD Mumtaz mengikuti pembelajaran luar kelas bertema Petualangan Ilmuwan Cilik di Kebun Raya Mangrove, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang pertama kali dilaksanakan SD Mumtaz di Kebun Raya Mangrove Surabaya ini didampingi 24 guru. Rombongan berangkat pukul 07.00 WIB dari sekolah di Jalan Suningrat Nomor 10–22, Ketegan, Taman, Sidoarjo.

Setibanya di lokasi, murid mengikuti pembukaan, pengarahan keselamatan, pembagian kelompok, serta menerima LKPD atau paspor penjelajah.

Petualangan dilanjutkan dengan menyaksikan video edukasi, menyusuri jogging track, mengamati berbagai jenis mangrove, mengunjungi aviary, dan bermain di playground dan menara marina.

Antusiasme murid terlihat ketika menyusuri jogging track di tengah kawasan hutan mangrove. Mereka mengamati berbagai jenis tanaman, mengenali ciri-cirinya, serta mempelajari manfaat mangrove bagi lingkungan. Dengan koleksi yang diinformasikan mencapai 74 jenis, murid diajak berkeliling kawasan seluas 34,7 hektare.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SD Mumtaz, Heni Dwi Utami, S.Sos., S.Pd., yang secara simbolis memberangkatkan rombongan, berpesan agar murid mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh.

“Hari ini anak-anak belajar bersama alam. Ikuti kegiatan dengan baik dan ambil hikmahnya. Semoga pengalaman ini membuat anak-anak semakin mencintai lingkungan,” pesannya.

Elmeira Hanania Althafunnisa, murid kelas 4A, mengaku senang dapat belajar langsung tentang mangrove.

“Dulu saya pernah ke sini bersama orang tua, tetapi hanya melihat-lihat. Sekarang benar-benar belajar tentang tumbuhan mangrove. Ternyata jenisnya banyak dan manfaatnya bermacam-macam, terutama mencegah abrasi. Kita harus berterima kasih kepada mangrove dan bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan tumbuhan luar biasa ini,” tuturnya.

Koordinator Wali Kelas 4, Amallya Woro Anti, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran kolaboratif lintas mata pelajaran. Murid belajar ekosistem melalui pengamatan tumbuhan, hewan, air, dan tanah; Bahasa Indonesia melalui pencatatan fakta dan penyusunan laporan; serta Matematika melalui pengolahan data sederhana.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Selain itu, Pendidikan Pancasila menguatkan gotong royong dan tanggung jawab, Seni Budaya mengembangkan kreativitas melalui sketsa dan poster lingkungan, sedangkan PJOK melatih aktivitas fisik dan kedisiplinan. Pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan menanamkan rasa syukur, amanah, kebersihan, serta tanggung jawab manusia sebagai khalifah dalam menjaga ciptaan Allah.

Makam Bersama dan Refleksi Al-Quran

Setelah menyelesaikan petualangan, seluruh murid menikmati makan bersama dengan menu ayam goreng dan lele goreng. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika mereka beristirahat dan menikmati bekal makan siang bersama teman-teman.

Kegiatan dilanjutkan dengan salat Zuhur berjamaah yang diikuti 224 murid. Pembiasaan salat berjamaah ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang juga dilaksanakan di sekolah.

Usai salat, guru Al-Islam memberikan tausiyah sekaligus mengajak murid melakukan refleksi atas pengalaman belajar hari itu. Materi dikaitkan dengan QS Al-Baqarah ayat 30 yang menjelaskan bahwa manusia diangkat Allah Swt. sebagai khalifah di bumi.

Murid diajak memahami bahwa menjadi khalifah bukan sekadar memanfaatkan alam, melainkan juga memiliki amanah untuk merawat dan menjaganya. Pesan tersebut diperkuat dengan QS Al-A’raf ayat 56 yang melarang manusia membuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya.

Dalam refleksi tersebut, murid diajak menerapkan pesan ayat dengan tindakan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak tanaman, dan menjaga kebersihan kawasan mangrove.

Melalui kegiatan ini, SD Mumtaz berharap pembelajaran tidak berhenti pada pengetahuan tentang berbagai jenis mangrove. Lebih dari itu, pengalaman langsung, pembiasaan ibadah, dan refleksi Al-Qur’an diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah Allah di bumi. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 06/11/2026 16:50
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu