Semangat berbagi dan kepedulian sosial mewarnai pelaksanaan penyembelihan hewan Kurban di Pondok Modern Paciran pada momentum iduladha 1447 H. Tahun ini, panitia Kurban mencatat sebanyak delapan ekor sapi dan 15 ekor kambing disembelih untuk didistribusikan kepada seluruh santri Pondok Modern Paciran serta masyarakat sekitar.
Hewan Kurban tersebut berasal dari para guru Pondok Modern Paciran dan warga sekitar yang dengan ikhlas menyisihkan sebagian rezekinya untuk menunaikan ibadah Kurban.
Dari total delapan ekor sapi yang disembelih, enam ekor sapi merupakan hasil patungan masing-masing tujuh orang, sedangkan dua ekor sapi lainnya berasal dari pekurban perseorangan.
Menariknya, guru-guru Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah (MadtsaMutu) Pondok Modern Paciran juga turut berpartisipasi dengan bergabung dalam kelompok tujuh orang untuk membeli satu ekor sapi Kurban. Keterlibatan tersebut menjadi bentuk nyata pengamalan nilai-nilai pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS.
Pelaksanaan penyembelihan berlangsung dalam suasana guyub dan penuh kekeluargaan. Sejak pagi hari, panitia, guru, serta warga sekitar pondok bergotong royong membantu seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyembelihan hingga distribusi daging Kurban.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pelaksanaan ibadah tahunan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah di lingkungan pondok pesantren.
Dalam Islam, ibadah Kurban memiliki keutamaan yang besar. Allah SWT berfirman:
“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)
Selain itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa ibadah Kurban termasuk amalan yang sangat dicintai Allah SWT pada hari-hari pelaksanaan Kurban. Karena itu, Kurban tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan, tetapi juga sebagai wujud ketakwaan dan kepedulian sosial kepada sesama.
Ketua Panitia Kurban, Taufiq Ruslan, menyampaikan rasa syukur atas tingginya partisipasi guru dan masyarakat dalam pelaksanaan Kurban tahun ini.
“Alhamdulillah, tahun ini jumlah hewan kurban meningkat dan semuanya berasal dari partisipasi guru Pondok Modern serta warga sekitar. Semoga semangat berbagi dan kepedulian ini terus tumbuh serta menjadi amal jariyah bagi seluruh pequrban,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan jumlah hewan Kurban menunjukkan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Sementara itu, Kepala MadtsaMutu, Fachruddin, ST., menegaskan bahwa keterlibatan guru dalam ibadah Kurban merupakan bagian dari pendidikan keteladanan bagi para siswa.
“Qurban mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Guru tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan contoh nyata kepada siswa tentang pentingnya berbagi kepada sesama. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar Pondok Modern Paciran,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah Kurban sangat penting untuk ditanamkan kepada peserta didik sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
Daging Kurban kemudian dibagikan secara merata kepada seluruh santri Pondok Modern Paciran dan masyarakat sekitar. Kebahagiaan tampak dirasakan para penerima manfaat yang menyambut pembagian daging Kurban dengan penuh suka cita.
Momentum iduladha di Pondok Modern Paciran tahun ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat ukhuwah, gotong royong, dan kepedulian sosial yang terus tumbuh di lingkungan pesantren.





0 Tanggapan
Empty Comments