Mengenal angka dan belajar berhitung menjadi pengalaman menyenangkan bagi murid penyandang disabilitas kelas 1 SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A. Melalui program Jam Tenang, sekolah menghadirkan pembelajaran interaktif dengan media bergambar dan berwarna serta aktivitas kreatif yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Kegiatan yang digelar tim Guru Pendamping Khusus (GPK) kelas 1 tersebut berlangsung di Ruang Sunshine SD Mugres Kampus A, Senin (12/10/2026). Program ini dirancang untuk membantu peserta didik penyandang disabilitas (PDPD) mengenal angka dan memahami konsep berhitung dasar melalui pengalaman belajar yang ramah anak.
Suasana ruang belajar yang nyaman dan kondusif mendukung pelaksanaan kegiatan. Para murid mengikuti setiap tahapan pembelajaran dengan pendampingan langsung dari tim GPK.
Salah satu pendekatan yang digunakan dalam program Jam Tenang adalah pemanfaatan alat peraga berwarna-warni dengan ilustrasi menarik. Media tersebut dipilih untuk membantu meningkatkan perhatian sekaligus memudahkan murid memahami materi.
Konsep angka dan matematika dasar yang bersifat abstrak dapat menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian murid. Karena itu, tim GPK menggunakan gambar untuk menghubungkan lambang bilangan dengan jumlah benda yang dapat diamati secara langsung.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mencocokkan jumlah gambar dengan lambang bilangan yang tersedia. Pendekatan visual ini membuat proses pengenalan angka berlangsung lebih konkret dan menarik.
Pembelajaran juga memberikan ruang bagi setiap murid untuk mengikuti kegiatan sesuai kebutuhan dan kemampuannya. Dengan pendampingan yang tepat, proses belajar diharapkan dapat berlangsung tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada anak.
Program Jam Tenang tidak hanya berfokus pada kemampuan berhitung. Tim GPK juga memasukkan aktivitas kriya berupa menggunting dan menempel kertas berpola angka untuk mendukung latihan motorik halus dan koordinasi mata-tangan.
Melalui kegiatan tersebut, murid berlatih memegang gunting, mengikuti garis pola, serta menempelkan potongan gambar pada lembar kerja. Tahapan sederhana ini sekaligus memberi kesempatan kepada anak untuk melatih konsentrasi, kesabaran, dan kemandirian saat menyelesaikan tugas.
Aktivitas dibuat agar proses belajar tidak terbatas pada pengenalan angka, tetapi juga melibatkan keterampilan yang digunakan anak dalam kegiatan sehari-hari.
Siti Aminah, S.Pd., salah satu Guru Pendamping Khusus kelas 1 SD Mugres, mengatakan pendekatan kreatif diperlukan agar murid penyandang disabilitas dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman.
Menurutnya, penggunaan media yang menarik membantu anak memahami konsep angka secara bertahap tanpa merasa terbebani oleh materi matematika.
“Melalui program ‘Jam Tenang’ ini, kami ingin memastikan bahwa setiap anak mendapatkan hak belajar yang sama dengan cara yang paling nyaman bagi mereka. Penggunaan media bergambar dan berwarna sangat membantu anak-anak kita dalam memahami konsep angka secara bertahap tanpa merasa sedang belajar matematika yang rumit,” ujar Siti Aminah seusai kegiatan.
Program Jam Tenang menjadi bagian dari upaya SD Mugres dalam menghadirkan lingkungan pendidikan inklusif. Melalui pembelajaran yang mempertimbangkan kebutuhan murid, sekolah berupaya memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun keterampilan dasarnya.
Pendekatan tersebut menempatkan kenyamanan dan kebutuhan belajar anak sebagai bagian penting dalam proses pendidikan, sehingga murid dapat berpartisipasi dan berkembang sesuai kemampuannya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments