Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Program Kerja IPM Smamita Jadi Daya Tarik dalam Study Banding

Iklan Landscape Smamda
Program Kerja IPM Smamita Jadi Daya Tarik dalam Study Banding
Ketua IPM Smamita Keisya Aulia Fayyaz sedang memberikan sambutan dalam kegiatan Study Banding Ortom Foto: Satrio/PWMU.CO
pwmu.co -

Semangat berorganisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) terus berkembang. Kali ini, IPM SMA Muhammadiyah 1 Babat (Muhiba) menjadikan kegiatan study banding sebagai ruang untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, sekaligus menemukan inspirasi dalam mengembangkan organisasi.

Kegiatan study banding organisasi otonom (Ortom) tersebut berlangsung di Ruang Demokrasi lantai 2 SMA Muhammadiyah 1 Taman, Jumat (4/9/2026).

Ketua Umum IPM Smamita Keisya Aulia Fayyaz mengatakan kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kedua organisasi untuk bertukar pengalaman, terutama terkait program kerja dan kondisi di masing-masing bidang.

“Alhamdulillah, kemarin IPM Smamita berkesempatan sharing dengan IPM Muhiba, mulai dari segi program kerja hingga kondisi di tiap-tiap bidang,” ujarnya.

Program Kerja Jadi Daya Tarik

Keisya menjelaskan, salah satu hal yang menjadi daya tarik IPM Smamita adalah keberagaman program kerja yang tersebar di berbagai bidang. Setiap bidang memiliki program unggulan yang dirancang untuk memberikan ruang kepada siswa agar dapat berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.

Di bidang Perkaderan, misalnya, terdapat program Ruang Tumbuh. Sementara itu, Bidang Kajian dan Dakwah Islam memiliki program CMR. Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan mengembangkan ISYM, sedangkan Bidang Apresiasi Seni Budaya dan Olahraga memiliki program unggulan M1COSPORT.

Selain program-program tersebut, IPM Smamita juga memiliki Acalapati. Program ini menjadi salah satu ciri khas IPM Smamita dalam menyampaikan dakwah kepada pelajar.

“Yang menjadi keahlian dan ciri khas kami adalah cara berdakwah. Hal itu kami tunjukkan melalui program kerja yang sudah kami lalui, yaitu Acalapati. Dari sana kami ingin menunjukkan bahwa dakwah bisa dilakukan melalui banyak bentuk,” jelasnya.

Menurut Keisya, dakwah tidak selalu harus disampaikan melalui cara-cara konvensional. Kreativitas dan pendekatan yang sesuai dengan karakter pelajar menjadi bagian penting agar pesan dakwah dapat diterima dan memberikan dampak.

SMPM 5 Pucang SBY

Belajar dari Pengalaman Berorganisasi

Keisya menyadari bahwa menjalankan organisasi di tengah perkembangan zaman bukan tanpa tantangan. Modernisasi menuntut pelajar untuk mampu beradaptasi, sekaligus tetap memegang nilai dan tujuan organisasi.

“Layaknya semua organisasi, tantangan pasti ada, terutama menghadapi zaman yang semakin modern. Tugas kami adalah terus memberikan dampak bagi masyarakat dan tetap menjalani hakikat sebagai pelajar,” tuturnya.

Bagi Keisya, padatnya program kerja IPM bukan sekadar agenda yang harus diselesaikan. Setiap kegiatan justru menjadi ruang pembelajaran bagi kader untuk mengembangkan kemampuan diri.

Melalui berbagai kegiatan, kader IPM dapat belajar berkomunikasi dengan banyak orang dalam berbagai situasi, memimpin sebuah acara, serta memperoleh kesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan orang-orang hebat.

“Yang paling penting adalah pengalaman dan ruang. Ruang untuk mencoba dan berinovasi,” pungkasnya.

Kegiatan study banding IPM Smamita dan IPM Muhiba pun tidak berhenti pada pertukaran program kerja. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring antar pelajar Muhammadiyah, serta melahirkan inspirasi baru bagi pengembangan organisasi. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 06/09/2026 06:20
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu