Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Sendangagung kembali menggelar latihan rutin grup jidor Pemuda Bersinar sebagai bentuk komitmen melestarikan seni musik tradisional khas daerah sekaligus memperkuat kaderisasi di kalangan generasi muda Muhammadiyah.
Kegiatan gladen atau latihan rutin tersebut dilaksanakan pada Kamis malam Jumat, 30 Juli 2026, di kediaman Abdurrahman dan Milatus Sholihah (Salman Ahsanul Khuluq/Memen), RT 06 RW 02, Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Latihan yang digelar di tengah permukiman warga itu menjadi agenda rutin bulanan sekaligus wadah mempererat kebersamaan antaranggota.
Pengumuman pelaksanaan disampaikan Ketua PRPM Sendangagung, Farih Hamdan, kepada seluruh anggota dua hari sebelum kegiatan berlangsung.
“Kegiatan dimulai pukul 19.45 WIB atau ba’da shalat Isya’. Dimohon anggota hadir tepat waktu agar pukul 20.00 jidor sudah muni,” tulis Farih Hamdan dalam pengumuman di grup WhatsApp.
Bagi PRPM Sendangagung, gladen jidor bukan sekadar latihan memainkan alat musik tradisional. Kegiatan ini juga menjadi sarana kaderisasi, pembinaan karakter, serta mempererat silaturahmi antaranggota Pemuda Muhammadiyah.
Dalam latihan tersebut hadir pula para senior dan pembina yang memberikan arahan langsung kepada para pemain muda. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjaga kualitas permainan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya lokal.
“Adanya arahan dari para senior (H. Milkan, Zuhri, Hudiyanto, Hendrik dan Aspar) membuat kami makin semangat. Ini jadi pembelajaran langsung di lapangan,” ungkap Agus Purnomo, salah satu anggota.
Meski lokasi latihan berada di gang sempit sehingga kendaraan harus diparkir agak jauh, hal tersebut tidak menyurutkan semangat peserta untuk mengikuti kegiatan hingga selesai.
Suasana latihan semakin semarak dengan kehadiran pemain jidor senior, H. Warjadi, kakak dari Abdurrahman, yang turut memainkan rebana bersama anggota muda.
Di usianya yang telah memasuki 70-an tahun, H. Warjadi mengaku tetap terpanggil untuk membersamai generasi muda dalam melestarikan kesenian jidor.
“Kali ini gladen digelar di perumahan gang sempit, tapi semangat Pemuda Bersinar tetap luar biasa, apalagi dibarengi dengan pemain senior,” ujar M. Raji, salah satu anggota grup jidor.
Jidor merupakan seni musik tradisional khas Sendangagung yang selama ini kerap mengiringi berbagai kegiatan masyarakat, seperti hajatan dan acara hiburan.
Melalui latihan rutin tersebut, PRPM Sendangagung berkomitmen menjaga warisan budaya lokal sekaligus mencetak kader Muhammadiyah yang aktif, kreatif, dan mencintai tradisi.
Usai latihan, seluruh peserta mengikuti makan malam bersama yang semakin mempererat kebersamaan antaranggota.
Menu yang disajikan antara lain ikan mujair goreng, sate ayam, opor ayam, dan lontong. Seluruh anggota menikmati hidangan tersebut, kecuali Agus Yohendi yang tidak dapat menyantapnya karena sedang menahan sakit gigi.
“Semoga senantiasa sehat kuwarasan, dan yang lagi segera diberi kesembuhan sehat wal afiyat dan lanjut kegiatan gladen bulan depan di rumah Sony Arif di Jalan Makam Jubung Mejero,” pungkas Nurhadi, bendahara Pemuda Bersinar.





0 Tanggapan
Empty Comments