Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PUAF MI MEGAH: Ustaz Furqon Nasrullah Ingatkan Hati Juga Bisa Berkarat

Iklan Landscape Smamda
PUAF MI MEGAH: Ustaz Furqon Nasrullah Ingatkan Hati Juga Bisa Berkarat
PUAF di MI MEGAH Dipadati Jamaah, Ustaz Furqon Nasrullah Ajak Jamaah Bersihkan Hati dengan Al-Qur’an
pwmu.co -

Suasana Ahad pagi di MI Muhammadiyah Gedeg Al Hafidz (MI MEGAH) tampak ramai. Kegiatan PUAF (Pengajian Umum Ahad Fajar) yang digelar pada Ahad (6/9/2026), pukul 06.00–07.00 WIB, dihadiri banyak jamaah hingga seluruh kursi yang disediakan terisi penuh.

Antusiasme jamaah terlihat sejak pagi. Mereka mengikuti kajian yang disampaikan Ustaz Furqon Nasrullah dengan penuh perhatian.

Tidak hanya jamaah yang memenuhi tempat duduk, kegiatan juga semakin semarak dengan hadirnya beberapa ibu anggota Aisyiyah yang memanfaatkan momentum tersebut untuk berjualan.

Mereka membuka lapak sederhana dengan berbagai makanan dan minuman, seperti nasi pecel, aneka camilan, serta minuman sari dele. Aktivitas tersebut turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan PUAF sekaligus menjadi ruang interaksi dan silaturahmi antarjamaah.

Dalam kajiannya, Ustaz Furqon Nasrullah mengingatkan jamaah agar tidak hanya memperhatikan kebersihan jasmani, tetapi juga kebersihan hati.

Beliau menyampaikan sebuah riwayat yang masyhur:

“Innal-qulūba tashda’u kamā tashda’ul-ḥadīdu idzā aṣābahul-mā’.”

Artinya, “Sesungguhnya hati itu dapat berkarat sebagaimana besi dapat berkarat ketika terkena air.” Riwayat ini disebutkan dalam sejumlah sumber hadis, di antaranya al-Baihaqi.

Menurutnya, hati yang berkarat dapat menjadi hati yang berpenyakit. Penyakit hati tersebut dapat tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti mudah emosi, ujub, sombong, riya, iri, dan dengki.

Karena itu, hati perlu senantiasa dijaga dan dibersihkan. Beberapa perkara yang dapat membantu menerangi hati di antaranya berhati-hati terhadap apa yang masuk ke dalam tubuh, terutama sesuatu yang haram; bersahabat dengan orang-orang saleh karena lingkungan dan teman memiliki pengaruh besar terhadap hati dan perilaku; serta melakukan hifzhudzdzunub, yaitu menjaga diri dari dosa.

Ustaz Furqon juga mengingatkan jamaah mengenai bahaya syuhh, yaitu sifat pelit, kikir, atau enggan berbagi.

Ada tiga perkara yang dapat membinasakan manusia, yaitu:

  • Kekikiran yang ditaati.
  • Hawa nafsu yang diikuti.
  • Rasa bangga diri atau ujub.

Ketiganya dapat menjadi penghalang seseorang dalam memperbaiki diri. Kekikiran membuat seseorang sulit berbagi, hawa nafsu dapat menyeret kepada perbuatan yang tidak baik, sedangkan ujub dapat membuat seseorang merasa lebih baik daripada orang lain.

Oleh karena itu, hati membutuhkan proses tazkiyah, yakni membersihkan dan menyucikan diri.

Salah satu pesan penting yang disampaikan dalam kajian adalah pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya membersihkan hati.

Dua hal yang dapat dilakukan untuk mengobati hati yang mulai “berkarat” adalah senantiasa mengingat Al-Qur’an dan membaca Al-Qur’an.

SMPM 5 Pucang SBY

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Ambillah (pelajarilah) Al-Qur’an dari empat orang: Abdullah bin Mas‘ud, Salim (bekas budak Abu Hudzaifah), Ubay bin Ka‘ab, dan Mu‘adz bin Jabal.”

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Keempat sahabat tersebut merupakan sosok yang memiliki kedudukan penting dalam periwayatan dan pengajaran Al-Qur’an pada masa Rasulullah SAW.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca, tetapi juga dipelajari, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan.

Di akhir kajian, jamaah juga diingatkan untuk memiliki keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Salah satu ungkapan yang disampaikan adalah:

“I‘mal lidunyāka ka-annaka ta‘īsyu abadan, wa‘mal li-ākhiratika ka-annaka tamūtu ghadan.”

“Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok.”

Pesan tersebut mengajarkan pentingnya kesungguhan dalam menjalani kehidupan dunia tanpa melupakan tujuan akhir, yaitu kehidupan akhirat.

Selain itu, Ustaz Furqon mengingatkan jamaah agar tidak mudah merasa bahwa kebaikan yang diperoleh semata-mata karena kemampuan diri sendiri. Al-Baqarah ayat 105 mengingatkan bahwa Allah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki.

“Wallāhu yakhtaṣṣu biraḥmatihī may yasyā’, wallāhu żul-faḍlil-‘aẓīm.”

“Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar.” (QS. Al-Baqarah: 105)

Kegiatan PUAF di MI MEGAH pagi itu menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus melakukan muhasabah diri. Ramainya jamaah hingga seluruh kursi terisi menjadi gambaran tingginya antusiasme masyarakat dalam menghadiri majelis ilmu.

Di tengah kesibukan mencari rezeki, mengurus keluarga, dan menjalani aktivitas sehari-hari, kajian tersebut mengingatkan satu hal penting: sebagaimana tubuh membutuhkan makanan, hati juga membutuhkan asupan. Salah satu asupan terbaik bagi hati adalah Al-Qur’an.

“Mari rawat hati, jauhi dosa, dekat dengan orang saleh, dan jangan pernah jauh dari Al-Qur’an.”

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 20/09/2026 03:20
  • Satria - 06/09/2026 23:19
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu