Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar pelatihan Training of Trainers (ToT) Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) Modul Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) di Aula Gedung Muhammadiyah DIY, Jalan Gedongkuning, Kota Yogyakarta.
Kegiatan ini diikuti perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-DIY, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI), serta Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM).
Wakil Sekretaris PWM DIY, Farid Setiawan, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut koordinasi dengan PDM untuk mengoptimalkan penggunaan platform digital SatuMu.
“Peserta yang hadir adalah agen dan verifikator. Harapannya, mereka dapat menjadi fasilitator di tingkat daerah hingga cabang dan ranting,” ujarnya.
Ke depan, PWM DIY akan menggelar forum lanjutan di tingkat kabupaten/kota agar implementasi SatuMu berjalan berjenjang dan simultan.
SatuMu menyediakan berbagai fitur yang mendukung pengelolaan organisasi Muhammadiyah secara digital, seperti:
- Pembuatan e-KTAM
- Pengelolaan iuran anggota
- Sistem data dan informasi organisasi terintegrasi
Menurut Farid, data yang terhimpun dalam sistem ini akan menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan organisasi.
Saat ini, PDM di wilayah DIY telah mencapai hampir 100 persen dalam kepemilikan akun agen dan verifikator. Namun, optimalisasi penggunaan masih terus dilakukan.
Farid menekankan bahwa transformasi dari sistem manual ke digital membutuhkan proses bertahap, konsistensi, serta keterbukaan terhadap perubahan.
Fasilitator dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Arwan Ahmad Khoiruddin, menjelaskan bahwa ToT ini bertujuan memperluas implementasi SatuMu hingga ke tingkat paling bawah.
“Peserta diharapkan dapat menyelenggarakan bimbingan teknis bagi cabang dan ranting di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Materi pelatihan mencakup konsep pentingnya SatuMu hingga aspek teknis pengelolaan data organisasi, termasuk pemetaan jamaah dan struktur organisasi.
Menurut Arwan, integrasi data melalui SatuMu dan e-KTAM akan memberikan gambaran nyata terkait jumlah jamaah serta potensi organisasi di setiap wilayah.
“Dengan data terintegrasi, pimpinan dapat mengetahui kondisi cabang dan ranting secara akurat untuk perencanaan program,” jelasnya.
Meski masih terdapat tantangan dalam pemahaman pengguna, hal tersebut dinilai dapat diatasi melalui sosialisasi dan pendampingan berkelanjutan.
Pelatihan ini juga dilengkapi sesi demonstrasi penggunaan aplikasi, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan fitur SatuMu.
Melalui kegiatan ini, PWM DIY berharap digitalisasi Muhammadiyah dapat berjalan lebih optimal, terstruktur, dan berkelanjutan hingga tingkat akar rumput.





0 Tanggapan
Empty Comments