Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Relawan SAR Muhammadiyah Jawa Tengah Ditempa di Gunung Telon, Perkuat Kompetensi Jungle Rescue

Iklan Landscape Smamda
Relawan SAR Muhammadiyah Jawa Tengah Ditempa di Gunung Telon, Perkuat Kompetensi Jungle Rescue
Relawan SAR Muhammadiyah saat mengikuti Diklat SAR Madya Jungle Rescue MDMC Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah di kawasan Gunung Telon, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Minggu (27/9/2026). Foto: Akhmad Maulidin Musdani.
pwmu.co -

Kemampuan tersebut menjadi bagian dari keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan pencarian secara sistematis dan terkoordinasi.

Tidak Hanya Keterampilan Teknis

Diklat SAR Madya juga diarahkan untuk membangun kemampuan peserta dalam bekerja sebagai sebuah tim. Operasi pencarian dan pertolongan pada umumnya tidak dapat dilakukan seorang diri.

Koordinasi antarpersonel, komunikasi yang jelas, pembagian tugas, serta pengambilan keputusan menjadi faktor penting dalam pelaksanaan operasi.

Karena itu, peserta tidak hanya diuji secara individual. Mereka juga mendapatkan pengalaman melalui latihan kolaboratif dan simulasi yang menempatkan peserta pada situasi yang membutuhkan kerja sama.

Kemampuan menganalisis situasi menjadi salah satu kompetensi yang ditargetkan melalui kegiatan ini.

Peserta diharapkan mampu mengenali kondisi lapangan, mengidentifikasi kebutuhan, memperhitungkan risiko, serta menentukan langkah yang sesuai dengan situasi yang dihadapi.

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. Setiap kegiatan SAR memiliki potensi risiko, sehingga relawan dituntut memahami batas kemampuan personel, kondisi medan, cuaca, kebutuhan logistik, serta aspek keselamatan korban maupun tim penolong.

Bangun Jejaring SAR Muhammadiyah

Selain meningkatkan keterampilan individu, Diklat SAR Madya juga memiliki tujuan membangun jejaring relawan SAR Muhammadiyah di tingkat Jawa Tengah.

Peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota sehingga kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi lintas daerah.

Keberadaan jejaring tersebut diharapkan memudahkan komunikasi ketika terjadi kondisi kedaruratan yang membutuhkan dukungan personel dari wilayah lain.

Dengan kompetensi yang semakin seragam, relawan dari berbagai daerah diharapkan dapat bekerja secara terpadu ketika berada dalam satu operasi.

Kesamaan pemahaman mengenai prosedur, komunikasi, teknik pencarian, evakuasi, serta keselamatan akan membantu membangun pola kerja yang lebih terkoordinasi.

Diklat ini juga diharapkan menghasilkan personel SAR Muhammadiyah yang siap mendukung operasi pencarian dan pertolongan sesuai kapasitas dan kompetensinya.

Huda mengatakan, pelaksanaan kegiatan selama lima hari tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang nantinya menjadi penerima manfaat dari kerja-kerja kemanusiaan para relawan.

“Harapan kami, dengan pelaksanaan kegiatan ini, kami bisa memberikan yang terbaik kepada penerima manfaat nantinya” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia menambahkan, kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari. Mulai Rabu (23/9/2026) hingga Ahad (27/9/2026) dengan melibatkan 15 peserta dari delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Dari Pelatihan Menuju Kesiapsiagaan

Diklat SAR Madya Muhammadiyah Jawa Tengah pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang kegiatan pelatihan selama lima hari.

Lebih jauh, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses membangun kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi kondisi kedaruratan.

Relawan yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuan melalui latihan, pengalaman lapangan, evaluasi, dan pembelajaran berkelanjutan.

Kompetensi SAR membutuhkan pemeliharaan dan peningkatan secara terus-menerus agar tetap relevan dengan kondisi operasi.

Melalui latihan yang menggabungkan teori dan praktik, peserta diharapkan memiliki kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.

Mulai dari membaca medan, menentukan rute, berkomunikasi, melakukan pertolongan pertama, bertahan dalam kondisi darurat, hingga melakukan evakuasi.

Kegiatan tersebut juga memperkuat peran Muhammadiyah melalui MDMC dalam bidang kebencanaan dan kemanusiaan.

Relawan tidak hanya dituntut memiliki kepedulian terhadap korban bencana, tetapi juga harus dibekali kemampuan agar bantuan yang diberikan dapat berlangsung secara aman, tepat, dan terkoordinasi.

Dengan terbentuknya personel yang memiliki kompetensi teknis, kemampuan bekerja dalam tim, serta jejaring komunikasi lintas daerah, keberadaan SAR Muhammadiyah Jawa Tengah diharapkan semakin siap mendukung berbagai operasi pencarian dan pertolongan.

Dari medan Gunung Telon, para relawan ditempa bukan sekadar untuk mampu menaklukkan tantangan alam, tetapi untuk memahami bahwa setiap langkah dalam operasi SAR membawa amanah kemanusiaan.

Keterampilan, disiplin, keberanian, dan kepedulian dipadukan menjadi kesiapan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 28/09/2026 00:44
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu