Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyiapkan pengembangan Muhammadiyah Senior Care (MSC) di kawasan Layangsari, Bogor Selatan, Kota Bogor. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat pelayanan sekaligus pemberdayaan lanjut usia (lansia) secara terpadu.
Rencana pengembangan MSC dibahas setelah MPKS PP Muhammadiyah meninjau langsung lahan seluas sekitar 1.500 meter persegi yang telah dilengkapi fasilitas vila. Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat pelayanan lansia yang tidak hanya berorientasi pada aspek perawatan, tetapi juga pemberdayaan dan penguatan peran sosial lansia.
Ketua MPKS PP Muhammadiyah Mariman Darto mengatakan, kesiapan kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi penting sebelum fasilitas tersebut dikembangkan secara resmi sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
“Tempatnya sangat bagus dan cocok untuk kita dirikan Muhammadiyah Senior Care. Penguatan kelembagaan diperlukan agar pengelolaan pelayanan sosial memiliki dasar yang jelas,” ujar Mariman dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah memetakan jumlah, karakteristik, serta kondisi sosial dan kesehatan lansia di sekitar kawasan Layangsari. Pemetaan tersebut diperlukan agar model pelayanan yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain aspek kelembagaan, Mariman menekankan pentingnya kompetensi para pendamping lansia. Menurutnya, kelompok usia lanjut membutuhkan pendekatan yang berbeda, terutama dalam hal komunikasi, kesabaran, dan empati.
“Mengelola lansia itu tidak mudah, harus banyak mendengar. Karena usia lansia betul-betul membutuhkan pendengar yang baik atas gagasan dan ide mereka,” katanya.
Pengembangan Muhammadiyah Senior Care menjadi bagian dari respons Muhammadiyah terhadap perubahan struktur demografi Indonesia yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hasil Survei Penduduk Antarsensus (SUPAS) yang dikutip dalam pembahasan tersebut, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas di Indonesia mencapai sekitar 34,07 juta jiwa atau 11,97 persen dari total populasi nasional.
Ketua MPKS Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta Iqbal Rais menegaskan, konsep Muhammadiyah Senior Care tidak boleh berhenti pada pelayanan keagamaan formal. Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) tetap menjadi fondasi, tetapi perlu dipadukan dengan aktivitas sosial dan pengembangan potensi lansia.
Menurut Iqbal, ruang aktivitas lansia dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari seni, musik, diskusi kelompok, hingga aktivitas sosial yang memungkinkan mereka tetap berinteraksi dan berkontribusi.
“Lansia bukan beban. Kita ingin menguatkan, memproduktifkan, dan mengaktifkan mereka agar menjadi pendukung utama gerakan Persyarikatan,” tegas Iqbal.
Ke depan, MPKS PP Muhammadiyah mendorong pengelola menyusun rencana strategis secara bertahap, mulai dari program jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.
Fasilitas di Bogor tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi pusat senior care yang lebih komprehensif, termasuk membuka layanan daycare lansia dan berbagai bentuk pelayanan serta pemberdayaan yang menyesuaikan kebutuhan kelompok usia lanjut.
Dengan pendekatan tersebut, Muhammadiyah Senior Care tidak sekadar menjadi tempat pelayanan lansia. Fasilitas ini diarahkan sebagai ruang pemberdayaan yang menjaga martabat, kemandirian, produktivitas, serta kontribusi lansia dalam kehidupan sosial dan gerakan Persyarikatan.





0 Tanggapan
Empty Comments