Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Saat Lansia Tak Mampu Beranjak, DMC RSML yang Datang Menghampiri

Iklan Landscape Smamda
Saat Lansia Tak Mampu Beranjak, DMC RSML yang Datang Menghampiri
Saat Lansia Tak Mampu Beranjak, DMC RSML yang Datang Menghampiri. (Kholis/PWMU.CO)
pwmu.co -

Di antara warga yang masih bertahan di posko pengungsian pascagempa Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terdapat cukup banyak kelompok lanjut usia (lansia).

Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri bagi Disaster Medical Committee (DMC) Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) saat melakukan pelayanan kesehatan secara jemput bola, Jumat (21/8/2026).

Bersama MDMC Jawa Timur, tim DMC RSML mendatangi sejumlah posko pengungsian untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan kepada masyarakat terdampak. Pelayanan dilakukan dengan mendatangi warga secara langsung, termasuk kelompok lansia yang dinilai membutuhkan perhatian lebih dalam situasi darurat.

Dokter umum DMC RSML, dr. Muhammad Ivanda Dewantara, mengatakan keberadaan banyak lansia di lokasi pengungsian membuat pelayanan kesehatan tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang sama kepada seluruh kelompok usia.

“Lansia menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Kondisi mereka tentu berbeda dengan kelompok usia yang lebih muda, apalagi dalam situasi harus tinggal di pengungsian setelah mengalami bencana,” ujarnya.

Menurut dr. Ivan, sebagian lansia memiliki keluhan kesehatan yang membutuhkan pemantauan. Dalam kondisi pengungsian, aktivitas sehari-hari dan keterbatasan lingkungan juga dapat memengaruhi kondisi fisik mereka.

“Karena itu kami tidak hanya menunggu mereka datang ke tempat pelayanan. Kami mendatangi posko-posko, melihat langsung kondisi warga, termasuk lansia, kemudian memberikan pelayanan sesuai dengan keluhan dan kebutuhan mereka,” jelasnya.

Ia mengatakan, pendekatan jemput bola menjadi penting karena tidak semua warga, terutama lansia, memiliki kemampuan atau keberanian untuk datang sendiri mencari pelayanan kesehatan.

“Kalau kita hanya menunggu pasien datang, bisa saja ada warga yang sebenarnya membutuhkan pemeriksaan tetapi tidak datang karena keterbatasan kondisi. Maka kami yang mendekat kepada mereka,” tuturnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Selain memberikan pengobatan, tim juga melakukan identifikasi terhadap berbagai keluhan kesehatan yang muncul di tengah pengungsian. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi warga sekaligus menjadi bahan bagi tim dalam menentukan kebutuhan pelayanan berikutnya.

Bagi tim DMC RSML, pelayanan kepada lansia bukan sekadar persoalan memberikan obat. Kehadiran tenaga kesehatan di sekitar mereka juga menjadi bagian dari upaya memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan perhatian selama masa tanggap darurat.

dr. Ivan menegaskan, respons kesehatan dalam situasi bencana harus melihat masyarakat secara menyeluruh.

“Di pengungsian kita tidak hanya melihat siapa yang sakit, tetapi juga siapa yang paling rentan. Lansia, anak-anak, dan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus harus kita pastikan tidak terlewat dalam pelayanan,” katanya.

Kehadiran tim medis di posko juga memungkinkan tenaga kesehatan melihat secara langsung kondisi yang tidak selalu tampak ketika pelayanan dilakukan di fasilitas kesehatan. Interaksi dengan warga menjadi kesempatan untuk mendengar keluhan yang terkadang belum disampaikan secara langsung.

“Kami berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan keluhan kesehatannya. Sekecil apa pun keluhan itu, lebih baik diperiksa sehingga bisa diketahui apakah membutuhkan penanganan lebih lanjut atau tidak,” pesan dr. Ivan. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 22/08/2026 08:02
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu