Iklan SDM 4 Mudipat 2026

DMC RSML Bersama Kepala Posko Sambirampas Lakukan Kajian RHA, Petakan Kebutuhan Kesehatan Warga Terdampak Gempa

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
DMC RSML Bersama Kepala Posko Sambirampas Lakukan Kajian RHA, Petakan Kebutuhan Kesehatan Warga Terdampak Gempa
DMC RSML Bersama Kepala Posko Sambirampas Lakukan Kajian RHA, Petakan Kebutuhan Kesehatan Warga Terdampak Gempa. (Kholis/PWMU.CO)
pwmu.co -

Tim Disaster Medical Committee (DMC) Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) yang mewakili Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur melakukan kajian Rapid Health Assessment (RHA) di wilayah terdampak gempa Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026).

Kajian tersebut dilakukan bersama Ustadz Iwan selaku Kepala Posko Sambirampas, Manggarai Timur, dengan melibatkan tim DMC RSML, yakni dr. Muhammad Ivanda Dewantara (dr. Ivan) dan Yusuf Efendi.

RHA dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi terkini masyarakat terdampak sekaligus memetakan kebutuhan kesehatan yang perlu segera mendapatkan perhatian.

Tim melakukan pengumpulan informasi dan pengamatan langsung di lapangan. Aspek yang dikaji meliputi kondisi kesehatan masyarakat, akses terhadap pelayanan kesehatan, kebutuhan obat-obatan dan tenaga kesehatan, kondisi fasilitas kesehatan, serta keberadaan kelompok rentan.

Asesmen Penting untuk Menentukan Kebutuhan

Kepala Posko Sambirampas, Ustadz Iwan, mengatakan kajian RHA diperlukan agar respons kemanusiaan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.

“Kami bersama tim DMC RSML melakukan asesmen untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan kebutuhan yang ada. Dengan RHA ini, kami berharap kebutuhan warga bisa terpetakan dengan baik sehingga langkah penanganan selanjutnya lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi masyarakat terdampak membutuhkan perhatian secara berkelanjutan. Karena itu, koordinasi antara posko, tim kesehatan, dan unsur terkait menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan berjalan efektif.

“Posko akan terus berkoordinasi dengan tim kesehatan dan pihak terkait. Apa yang ditemukan dalam asesmen ini akan menjadi bahan untuk menentukan kebutuhan dan langkah berikutnya,” tambahnya.

Sementara itu, dr. Muhammad Ivanda Dewantara, anggota DMC RSML, menjelaskan RHA merupakan langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat secara lebih objektif setelah bencana.

“RHA ini penting karena kita tidak ingin hanya datang memberikan pelayanan, tetapi harus memahami terlebih dahulu apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat. Dari hasil asesmen, kita bisa menentukan prioritas pelayanan kesehatan dan sumber daya yang diperlukan,” jelas dr. Ivan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Ia mengatakan pengkajian dilakukan dengan melihat sejumlah aspek, mulai dari kondisi kesehatan masyarakat, akses pelayanan kesehatan, ketersediaan tenaga medis dan obat-obatan, hingga potensi masalah kesehatan yang dapat muncul setelah bencana.

“Harapannya, hasil RHA ini bisa menjadi dasar untuk menyusun respons berikutnya. Jadi pelayanan yang diberikan benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dapat memberikan manfaat secara maksimal,” ungkapnya.

Perkuat Respons Kemanusiaan

Kajian RHA menjadi bagian dari respons MDMC Jawa Timur melalui DMC RSML dalam membantu masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur.

Keterlibatan Kepala Posko Sambirampas bersama tim DMC RSML menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pengelola posko dan tenaga kesehatan dalam memahami kondisi masyarakat terdampak.

Hasil kajian selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan bentuk pelayanan dan respons kemanusiaan berikutnya.

Melalui asesmen yang terarah, MDMC Jawa Timur dan DMC RSML berupaya memastikan respons kemanusiaan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

Dari Sambirampas, ikhtiar kemanusiaan Muhammadiyah terus dilakukan dengan prinsip hadir, mengkaji, dan merespons sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu