Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wamendikdasmen: Mental Juara Harus Dilatih Sejak Dini di SNT 6 Bone Bolango

Iklan Landscape Smamda
Wamendikdasmen: Mental Juara Harus Dilatih Sejak Dini di SNT 6 Bone Bolango
pwmu.co -

SNT 6 Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, menjadi ruang bagi guru dan murid untuk saling belajar sekaligus mengembangkan potensi. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui buku dan papan tulis, tetapi juga melalui lagu, percakapan, keberanian tampil, serta aktivitas kolaboratif.

Suasana tersebut terlihat ketika Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq berdialog dengan para murid di lokasi transit SNT 6 Bone Bolango yang berada di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (19/8/2026).

SNT 6 Bone Bolango Jadi Ruang Guru dan Murid Tumbuh Bersama, Temukan Potensi dan Mental Juara

Dari pembelajaran yang berlangsung, Fajar melihat pentingnya membangun mental juara sejak dini. Menurutnya, anak-anak perlu memiliki optimisme sekaligus keberanian untuk bangkit ketika mengalami kegagalan.

“Dari pembelajaran di sini, pelajaran yang bisa diambil adalah adik-adik harus optimis. Saat gagal, bangkit lagi. Seorang pemenang itu adalah mereka yang bangkit setiap kali gagal,” ujarnya.

Ia juga mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan, termasuk menguasai bahasa asing. Kemudahan akses pembelajaran saat ini memungkinkan anak-anak memanfaatkan berbagai sumber untuk meningkatkan kemampuan tersebut.

“Zaman sekarang mudah mempelajari bahasa asing. Caranya bisa lewat kanal media sosial sampai lewat,” tuturnya.

Semangat belajar tidak hanya terlihat dari para murid. Guru Bahasa Indonesia SNT 6 Bone Bolango, Firda Aulia Shalihah, mengaku ikut tertantang untuk meningkatkan kemampuan setelah melihat motivasi belajar anak-anak didiknya.

Menurut Firda, mayoritas murid di SNT 6 bersekolah karena dorongan dari diri sendiri. Mereka juga memiliki kemampuan yang ingin dikembangkan dengan dukungan orang tua.

“Murid di sini mayoritas bersekolah karena dorongan diri sendiri dan mereka punya kemampuan dan mau mengembangkan itu serta didukung oleh para orang tua,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat Firda merasa perlu terus meningkatkan kapasitas dirinya.

“Jadi, itu yang bikin saya ‘Wah, saya ini harus juga sama seperti mereka’. Semangat untuk upgrade diri harus lebih dari mereka,” ujarnya antusias.

Di kelas Bahasa Indonesia, ia kemudian berupaya membangun budaya literasi dalam suasana pembelajaran yang kolaboratif. Menurutnya, kebiasaan membaca perlu terus diperkuat agar anak terbiasa memahami informasi secara mendalam dan menyikapi arus informasi digital dengan bijak.

“Dalam berliterasi itu kita butuh waktu untuk membaca informasi dan memahaminya dengan baik. Selain itu, saya meyakini bahwa belajar itu bukan dari satu sumber. Bisa jadi guru ini dapat informasi juga dari murid. Jadi, di situ kita sharing,” katanya.

Selama dua minggu berinteraksi dengan para murid, Firda menemukan nilai penting dalam kehidupan belajar mereka, yakni kemampuan menghargai keunikan masing-masing.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia melihat murid yang memiliki kemampuan dan fokus mengembangkannya cenderung tidak mudah merasa iri terhadap pencapaian temannya. Ketika seorang murid tampil, teman-temannya justru memberikan dukungan.

“Saya temukan, kalau anak punya kemampuan dan dia fokus di situ, ternyata dia itu tidak mudah untuk iri terhadap orang lain. Saya menyaksikan, ketika satu orang temannya maju untuk tampil, murid yang lain support. Mereka tidak saling meledek,” terangnya.

Suasana tersebut juga dirasakan Nurfadhilah Ramadhani Djamal, murid SMA kelas XB di SNT 6. Ia merasa nyaman belajar karena lingkungan pertemanan yang mendukung.

“Teman-teman di sini baik, tidak ada bully,” ujarnya.

Nurfadhilah telah beberapa kali menjuarai olahraga atletik tingkat kabupaten dan provinsi. Ia juga memiliki cita-cita menjadi Menteri Luar Negeri.

Sementara itu, murid kelas VII Muhammad Rheza Dama datang ke SNT 6 dengan tekad mengembangkan dirinya.

I want increase myself to get the better version,” ucapnya saat ditanya alasan mendaftar di SNT 6 Bone Bolango.

Rheza mulai tertarik mempelajari bahasa Inggris sejak kelas 4 SD melalui gim dan video. Ia juga gemar bermain catur dan bercita-cita menjadi grandmaster. Bagi Rheza, SNT menjadi sarana untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris bersama guru dan teman-temannya.

Kepala SNT 6 Bone Bolango, Surahmat Hasjim, berharap para murid dapat memanfaatkan kesempatan belajar yang mereka dapatkan untuk mempersiapkan masa depan.

“Saya berharap anak-anak dapat memanfaatkan layanan fasilitas dan program besar dari Bapak Presiden ini dengan baik karena tidak semua anak berkesempatan bersekolah di sini,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para guru agar terus menjaga kompetensi dan memastikan lulusan SNT memiliki kualitas yang baik.

SNT kemudian digambarkan sebagai sebuah “laboratorium besar” tempat guru dan murid dapat saling berbagi, bertukar pengetahuan, dan mengembangkan potensi.

Di ruang belajar seperti itulah mental juara dibentuk. Bukan semata tentang selalu meraih kemenangan, melainkan keberanian untuk mencoba, saling menguatkan, terus belajar, dan bangkit ketika menghadapi kegagalan. (*)

Revisi Oleh:
  • Satria - 22/08/2026 07:05
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu