Instruksi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur untuk membantu korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) langsung ditindaklanjuti Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur. Sebanyak sembilan personel dikirim untuk mendukung respons kemanusiaan dan layanan kesehatan di wilayah terdampak.
Ketua MDMC Jawa Timur Muhammad Rofi’i, MT mengatakan, tim yang diberangkatkan terdiri atas enam personel dari RS Muhammadiyah Lamongan dan tiga personel dari MDMC Jawa Timur.
“Dari RSM Lamongan kami mengirim satu tim kesehatan yang terdiri atas satu dokter, tiga perawat, satu tenaga rekam medis, dan satu tenaga kesehatan lingkungan. Sementara dari MDMC Jatim ada tiga orang untuk mendukung manajemen, data, dan media,” kata Rofi’i, Kamis 20/8/2026).
Dengan komposisi tersebut, total sumber daya manusia yang dikirim untuk mendukung operasi kemanusiaan di NTT mencapai sembilan orang.
Selain mengirim personel, MDMC bersama jaringan Muhammadiyah di NTT telah membentuk tujuh Pos Koordinasi (Pos Koor) Muhammadiyah di sejumlah wilayah terdampak. Posko tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo, Ende, Sikka, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ngada.
Di Nagekeo, Pos Koor Muhammadiyah berlokasi di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Nagekeo. Posko di Kabupaten Ende berada di Kantor PDM Ende, sedangkan di Kabupaten Sikka berlokasi di Kantor PDM Sikka, Maumere.
Untuk Kabupaten Manggarai Timur, Pos Koor berada di dua titik, yakni SMK Muhammadiyah Manggarai Timur di Pota, Kecamatan Sambirampas, dan Jalan Muhammad Hatta, Rana Loba, Kecamatan Borong.
Sementara itu, Pos Koor Muhammadiyah Kabupaten Manggarai berada di Kantor PDM Manggarai, Jalan Adi Sucipto. Posko Kabupaten Manggarai Barat berada di Kantor PDM Manggarai Barat, Wai Mata, Labuan Bajo. Adapun Pos Koor Kabupaten Ngada berada di Kantor PDM Ngada, Desa Kota Raja, Kecamatan Riung.
Respons Muhammadiyah juga diperkuat dengan pembukaan layanan kesehatan di tiga kabupaten dengan lima titik pelayanan. Di Kabupaten Manggarai Timur, layanan kesehatan Muhammadiyah ditempatkan di tiga lokasi, yakni Klinik Muhammadiyah Ende, RS PKU Muhammadiyah Bima di Dampek, dan RS Muhammadiyah Lamongan di Pota.
Di Kabupaten Manggarai, layanan kesehatan ditempatkan di Reo melalui dukungan Unismuh Makassar. Sementara di Kabupaten Nagekeo, layanan kesehatan dijalankan melalui tim gabungan Klinik Muhammadiyah Ende dan Klinik Maumere yang ditempatkan di Mbay.
Rofi’i menjelaskan, keberadaan pos koordinasi dan titik layanan kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memastikan respons kemanusiaan berjalan terorganisasi dan menjangkau masyarakat terdampak.
Langkah tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut konkret atas instruksi PWM Jawa Timur kepada PDM se-Jawa Timur untuk menggalang bantuan bagi korban bencana NTT.
Sebelumnya, PWM Jatim meminta penggalangan dana dilakukan melalui anggota dan simpatisan Muhammadiyah, infak masjid, serta Amal Usaha Muhammadiyah.
Bantuan yang terkumpul dikoordinasikan melalui Lazismu PDM setempat untuk kemudian disalurkan melalui Lazismu PWM Jawa Timur.
Dengan dukungan personel, pos koordinasi, dan jaringan layanan kesehatan, Muhammadiyah terus memperluas respons kemanusiaan di wilayah terdampak bencana NTT. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments