Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Hadir di Milad ke-78 Ponpes Karangasem, Prof Uril Kenang 6 Tahun Masa Mondok

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Hadir di Milad ke-78 Ponpes Karangasem, Prof Uril Kenang 6 Tahun Masa Mondok
Prof Dr H Uril Bahruddin MA dalam Talkshow Pendidikan Milad ke-78 Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran, Lamongan, Ahad (18/10/2026). Foto: Wahidul Qohar.
pwmu.co -

Momen spesial terjadi seiring  kehadiran Prof Dr H Uril Bahruddin MA dalam Talkshow Pendidikan Milad ke-78 Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran, Lamongan.

Pada talkshow pendidikan yang digelar Ahad (18/10/2026) di Aula KH Abdurrahman Syamsuri tersebut, ia mengenang perjalanan panjangnya menimba ilmu sebagai santri.

Selama enam tahun mondok, ia mendapatkan pengalaman berharga yang turut membentuk perjalanan pendidikan dan pengabdiannya.

Lahap Ragam Kitab Klasik

Prof Uril masuk Pondok Pesantren Karangasem pada 1984. Berbagai pengalaman selama menjadi santri masih membekas dalam ingatannya, terutama ketika mempelajari kitab-kitab klasik berbahasa Arab bersama para kiai.

Salah satu kenangan yang ia ceritakan adalah kebiasaannya mempelajari kitab Alfiyah bersama KH Anwar Mu’rob setiap selesai salat Zuhur.

Ketekunan tersebut mengantarkannya mengkhatamkan kitab Alfiyah hingga dua kali. Selain itu, ia juga mempelajari kitab Hidayatul Mujtahid, Jurumiah, dan sejumlah kitab klasik lainnya.

Namun, menurutnya, menguasai kitab berbahasa Arab tidak serta-merta membuat seseorang lancar menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.

Kesempatan mengasah kemampuan berbicara bahasa Arab datang ketika liburan menjelang kenaikan kelas III SLTA.

Saat itu, Uril bersama 13 santri lainnya memilih menunda kepulangan ke rumah untuk mengikuti latihan bahasa Arab yang dibimbing KH Mudlofir.

Selama 14 hari, mereka menjalani latihan intensif dengan satu aturan tegas, yakni hanya diperbolehkan berbicara menggunakan bahasa Arab.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Aturan tersebut membuat mereka terbiasa mempraktikkan bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari. Pengetahuan yang sebelumnya dipelajari melalui kitab-kitab akhirnya dapat digunakan secara langsung.

Buah Ketekunan

Latihan selama dua pekan itu pun membuahkan hasil. Uril dan kawan-kawannya menjadi lebih lancar berbicara bahasa Arab. Bahkan, pengalaman tersebut menjadi bekal bagi mereka untuk mengajarkan bahasa Arab kepada santri lainnya.

“Dari 14 santri yang mengikuti latihan itu, semuanya kemudian menjadi guru. Bahkan, salah seorang di antaranya berkiprah sebagai dosen di Malaysia” kenang Guru Besar Ilmu Bahasa Arab di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut

Lebih lanjut, Prof Uril mengaitkan pengalamannya dengan pentingnya penguasaan bahasa asing bagi santri di era global.

“Kalau ingin mendunia, santri harus bisa berbicara bahasa asing. Kalau ingin unggul, harus menguasai bahasa asing” pesannya.

Menurutnya, kemampuan bahasa asing menjadi salah satu bekal penting bagi santri untuk mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, dan berkiprah di tingkat internasional.

Sebagai refleksi Milad ke-78 Ponpes Karangasem yang mengusung tema “Menebar Kebaikan Menginspirasi Dunia”, Prof Uril mengajak keluarga besar pesantren untuk terus melakukan perbaikan dan mengembangkan pendidikan.

“Jangan hanya melihat masa lalu dan jangan hanya melihat apa yang sudah kita dapatkan. Teruslah mengembangkan pendidikan ini ke arah yang lebih baik” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 21/10/2026 15:54
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu