RSU Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan bekerja sama dengan Jasa Raharja menggelar kegiatan Safety Awareness and Trauma Care Education bagi siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 3 Tulangan, Jumat (08/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 SMA Muhammadiyah 3 Tulangan tersebut dimulai pukul 08.00 hingga 09.30 WIB.
Program edukatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas sekaligus memberikan pemahaman mengenai penanganan awal pada korban kecelakaan sebelum mendapatkan bantuan medis lebih lanjut.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan sosialisasi mengenai penanganan trauma dasar atau pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas.
Materi yang disampaikan meliputi cara mengenali kondisi darurat korban kecelakaan, langkah dasar pertolongan pertama, edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD), pentingnya respon cepat dalam kondisi kegawatdaruratan, hingga pengenalan layanan ambulans dan IGD 24 jam RSU ‘Aisyiyah Siti Fatimah.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mengikuti simulasi sederhana serta sesi tanya jawab bersama tim medis dari RSU ‘Aisyiyah Siti Fatimah.
Materi juga dikemas ringan dan mudah dipahami sehingga peserta lebih mudah menerima edukasi yang diberikan.
Dalam penyampaian materi, dr. Viona Adinda mengingatkan para siswa agar memiliki kepedulian terhadap korban kecelakaan di jalan raya.
“Kalau lihat kecelakaan di jalan, jangan cuma diam, jangan cuma direkam untuk dijadikan story. Korban itu butuh ditolong, bukan untuk diviralkan. Ingat gunakan prinsip 3A, yaitu Aman diri, Aman pasien, dan Aman lingkungan. Kalau situasi sudah aman, bantu semampunya dan segera hubungi ambulance atau rumah sakit terdekat. Jangan takut untuk menolong, karena respon kecil dari adik-adik semua bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” ujarnya.
Salah satu peserta, Cahyani, mengaku kegiatan tersebut sangat membantu menambah wawasan siswa terkait penanganan korban kecelakaan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami jadi tahu cara menolong korban kecelakaan dengan benar. Biasanya kalau melihat kecelakaan hanya takut dan bingung harus bagaimana, akhirnya hanya bisa merekam video saja,” ujar Cahyani.
Melalui kegiatan ini, pihak penyelenggara berharap para siswa tidak panik ketika menemukan kejadian kecelakaan di jalan dan mampu memberikan pertolongan dasar dengan cepat, tepat, dan aman sebelum bantuan medis datang.
Selain menjadi sarana edukasi kesehatan dan keselamatan berlalu lintas, kegiatan ini juga menjadi upaya mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan dalam membangun kepedulian sosial di kalangan pelajar.






0 Tanggapan
Empty Comments