Suasana di Averroes Hall Mugeb Primery School (Mugeb PS) tampak riuh dan penuh semangat pada Jumat (21/8/2026). Seluruh siswa kelas 1 berkumpul untuk mengikuti kegiatan Living Quran bertajuk “Kisah Maulid Nabi” yang dibawakan oleh Khofifatur Rohmah, S.Pd.I.
Guru yang akrab disapa Ustadzah Ifa ini membuka sesi dengan mengajak para siswa bernyanyi bersama lagu Muhammadku. Dengan melambaikan tangan dan mengikut irama lagu, suasana hangat dan interaktif pun langsung terbangun sebelum materi utama dimulai.
“Anak-anak, ada yang tahu apa itu Maulid Nabi?” tanya Ustadzah Ifa di awal materinya sambil tersenyum hangat.
Ia kemudian menjelaskan bahwa Maulid Nabi adalah peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad saw. Yang dirayakan umat Islam dengan penuh sukacita dan rasa syukur.
Untuk memudahkan siswa memahami sejarah, Ustadzah Ifa menyampaikan kisah lahirnya Sang Rasul melalui metode bercerita (storytelling) yang komunikatif. Ia juga mengisahkan tentang seorang raja dari Yaman yang jahat dan serakah bernama Abraha.
Raja Abraha merasa iri dan dengki melihat Kota Mekkah selalu ramai dikunjungi oleh orang-orang dari berbagai penjuru.
“Mengapa banyak orang yang mengunjungi Mekkah, sedangkan kota kita tidak pernah ada yang mengunjungi?” tutur Ustadzah Ifa memeragakan ucapan Raja Abraha dengan nada tegas.
“Ayo kita serang kota itu agar kota kita menjadi ramai!” lanjutnya menceritakan niat jahat Abraha yang kemudian membawa pasukan gajah megah untuk meruntuhkan Ka’bah.
Para siswa menyimak cerita tersebut dengan antusias dan tampak tegang membayangkan besar dan kuatnya pasukan gajah tersebut. Namun, Ustadzah mengajar Al Islam itu menenangkan para siswa dengan menjelaskan bahwa Allah Swt selalu melindungi rumah-Nya.
Lebih lanjutnya, atas perintah-Nya, Allah mengutus kawanan burung Ababil yang berbondong-bondong membawa batu-batu panas dari neraka (sijjl) untuk menyerang pasukan gajah.
Pasukan Abraha hancur bertabrakan bagaikan daun-daun yang dimakan ulat, Ka’bah terselamatkan, dan Mekkah kembali damai.
“Tidak lama setelah peristiwa besar itu, di malam yang tenang dan dipenuhi bintang-bintang bersinar terang, seorang wanita mulia bernama Siti Aminah melahirkan seorang manusia yang paling dicintai Allah, yaitu Nabi Muhammad saw., pada hari Senin, 12 Rabiulawal,” tutur Ustadzah Ifa di hadapan para siswa yang takjub mendengarkannya.
Pentingnya Meneladani Sifat Rasulullah SAW
Selain menyampaikan sejarah, wali kelas 1 Aster itu menekankan pentingnya meneladani sifat-sifat Rasulullah saw. dalam kehidupan sehari-hari, seperti menyayangi teman, menghormati orang tua, dan patuh kepada guru.
“Kita juga harus menolong teman. Jika ada teman yang jatuh di lapangan, kita wajib menolong dan mengobatinya. Selain itu, kita harus gemar berbagi kepada sesama, misalnya ketika ada teman yang tidak membawa bekal makanan, kita bagikan makanan kita,” jelas wali kelas 1 Aster itu.
Ia juga mengingatkan para siswa untuk senantiasa menerapkan sikap syukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah.
“Cara terbaik merayakan ulang tahun atau momen kelahiran adalah dengan memperbanyak rasa syukur. Contoh perilaku tidak bersyukur adalah jika kita sudah punya krayon di rumah, tetapi masih memaksa minta beli yang baru hanya karena warnanya beda sedikit. Anak saleh dan salehah harus belajar merasa cukup dan bersyukur atas apa yang sudah dimiliki,” tuturnya mendidik.
Kegiatan ditutup dengan doa dan tepuk anak saleh yang riuh menggelegar di dalam aula. Melalui kegiatan Living Quran ini, siswa kelas 1 Mugeb PS diharapkan tidak hanya menghafal sejarah Islam, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Nabi Muhammad saw. serta menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments