Jumat menjadi hari yang menyenangkan bagi siswa Kelas 2-A (Al-Quddus) SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya, (21/8/2026). Seusai mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Tapak Suci, mereka tidak langsung beranjak pulang melainkan bahu-membahu menggelar aksi Jumat Bersih.
Fokus kegiatan kali ini disasarkan pada kebersihan meja dan kursi yang biasa mereka gunakan belajar sehari-hari. Satu per satu furnitur kelas dibersihkan dari bekas coretan pensil, noda tipp-ex (stipo), sisa lem, hingga debu yang menempel.
Aksi ini diselenggarakan sebagai pembiasaan rutin untuk menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap kebersihan lingkungan sekolah sekaligus memupuk sense of belonging (rasa memiliki) terhadap sarana belajar.
Athar Tak Sabar Menunggu Aksi
Seusai latihan Tapak Suci, para siswa diberi jeda istirahat sejenak. Namun, sebagian murid tampak sudah tak sabar ingin segera memulai aksi korve bersama.
“Ustaz, kapan kita akan melakukan Jumat Bersih?” tanya Fariq Atharrizqi Rahman (Athar) antusias.
Pertanyaan Athar langsung direspons oleh Maryam Btari Sekaringdyah, bendahara Kelas 2-A.
“Kita istirahat dulu, setelah itu kerja bakti,” seloroh Maryam.
Sehari sebelumnya, para siswa memang telah diberi tahu mengenai agenda tersebut. Mereka pun diimbau membawa perlengkapan kebersihan sederhana dari rumah, seperti tisu basah.
Ketika jam istirahat usai, suasana kelas seketika riuh dengan semangat gotong royong. Tanpa perlu komando berulang, mereka langsung mengeluarkan tisu basah masing-masing. Arrumaisha Binar Shanum Anzhara, sekretaris kelas, bahkan tak ragu berbagi dengan rekan-rekannya.
“Teman-teman yang tidak membawa tisu bisa memakai tisu kelas, ya,” pesannya ramah.
Kursi Pun Tak Luput Dibersihkan
Semangat resik-resik kelas ternyata tak cuma menyasar meja. Kursi yang mereka duduki saban hari pun tak luput dari sapuan tisu siswa.
“Ustaz, apakah kursi kita juga boleh dibersihkan?” tanya Ghali Muhammad Abidin penuh semangat.
“Ya iyalah, Ghali. Kan semuanya harus bersih!” sahut salah seorang temannya disambut tawa ringik warga kelas.
Seketika Kelas 2-A berubah riuh penuh kesibukan. Ada yang menggosok permukaan meja, menyapu sisa-sisa noda, mengelap bagian sandaran kursi, hingga memastikan sudut tempat duduk mereka nyaman ditempati kembali.
Dalam waktu singkat, meja dan kursi yang semula dipenuhi noda coretan tampak jauh lebih resik dan segar. Bagi siswa Kelas 2-A, capaian utamanya bukan sekadar kilap permukaan meja, melainkan pemahaman bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama.
Implementasi Pesan Agama tentang Kebersihan
Aksi Jumat Bersih ini sekaligus menjadi sarana mengaplikasikan materi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang selama ini mereka pelajari di ruang kelas. Para siswa diajak menghayati firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS Al-Baqarah: 222).
Ayat ini menjadi penanda bahwa kebersihan tak sekadar urusan kenyamanan fisik, melainkan bagian dari ritual ibadah dan nilai keimanan.
Lewat cara sederhana seperti mengelap meja dan kursi sendiri, siswa Kelas 2-A SD Musix belajar mengejawantahkan nilai tanggung jawab, gotong royong, disiplin, dan cinta lingkungan sejak dini. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments