Suasana berbeda tampak di halaman SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri) Gresik, Kamis (5/11/2026).
Jika biasanya halaman sekolah dipenuhi aktivitas belajar dan bermain siswa, kali ini suasana tampak lebih istimewa dengan hadirnya sebuah mobil pemadam kebakaran (Damkar) berwarna merah yang memasuki lingkungan sekolah.
Kedatangan mobil Damkar tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, SD Muwri tengah menggelar kegiatan Guest Teacher Edukasi Penanggulangan Bencana Kebakaran dengan menghadirkan tim dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gresik.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik melalui perpaduan teori dan praktik.
Diramaikan 400 Siswa dan Guru
Sekitar 400 siswa bersama guru dan karyawan mengikuti kegiatan yang dipusatkan di halaman sekolah tersebut.
Mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari para petugas yang sehari-hari bertugas menangani berbagai kejadian kebakaran dan penyelamatan di tengah masyarakat.
Kepala SD Muwri, Miftakhul Muzdalifah SPd dalam sambutannya menyampaikan alasan menghadirkan Dinas Pemadam Kebakaran dalam Guest Teacher ini.
Miftakhul berujar, hal ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memberikan pemahaman kepada siswa tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran.
Menurutnya, salah satu isu yang sedang menjadi perhatian masyarakat saat ini adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, terutama akibat kondisi musim kemarau yang berkepanjangan.
“Melihat berbagai kejadian kebakaran yang terjadi di masyarakat, kami merasa penting untuk memberikan edukasi kepada anak-anak” tegasnya.
“Kami ingin mereka mengetahui apa yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran di sekitar kita. Bagaimana cara menyikapinya, apa yang harus dilakukan, dan bagaimana menyelamatkan diri dengan tepat” tuturnya.
Ia menambahkan, edukasi kebencanaan perlu diberikan sejak dini agar siswa memiliki pengetahuan dasar tentang keselamatan.
Dengan demikian, mereka tidak hanya memperoleh teori di sekolah, tetapi juga mempunyai bekal untuk menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia Simulasi Penanggulangan Bencana Kebakaran, Kholiq Idris.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan praktis kepada siswa tentang cara menghadapi kebakaran. Termasuk kejadian sederhana yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
“Minimal kita tahu dan bisa mencari solusi ketika terjadi kebakaran di sekitar kita. Tidak harus dalam skala besar, bisa dimulai dari lingkup kecil rumah tangga, misalnya kebakaran akibat tabung gas dan kejadian lainnya” terang Kholiq.
“Dengan mengetahui langkah-langkah yang tepat, kita bisa lebih siap menghadapi situasi tersebut” jelasnya.
Jelaskan Penyebab hingga Pencegahan Kebakaran
Tepat pukul 08.00 WIB, tim Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gresik tiba di sekolah menggunakan mobil pemadam kebakaran.
Kehadiran kendaraan besar berwarna merah tersebut sontak menjadi pemandangan yang tidak biasa bagi para siswa. Rasa penasaran dan antusiasme terlihat dari anak-anak yang menyambut kedatangan tim Damkar.
Setelah berbincang dan berkoordinasi dengan jajaran top management SD Muwri, tim Damkar selanjutnya menuju halaman sekolah untuk memulai kegiatan edukasi. Ratusan siswa, guru, dan karyawan telah bersiap mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian.
Dalam sesi edukasi, petugas Damkar memberikan penjelasan mengenai berbagai penyebab kebakaran, potensi bahaya yang ada di lingkungan sekitar, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.
Siswa juga diperkenalkan dengan tugas dan tanggung jawab petugas pemadam kebakaran dalam memberikan pelayanan penyelamatan kepada masyarakat.
Suasana semakin menarik ketika kegiatan memasuki sesi praktik dan simulasi. Para siswa mendapatkan gambaran secara langsung tentang bagaimana menghadapi kondisi darurat kebakaran.
Metode pembelajaran yang memadukan penjelasan dan praktik ini membuat materi lebih mudah dipahami karena siswa tidak sekadar mendengarkan. Tetapi juga menyaksikan proses penanganan kebakaran secara langsung.
Kegiatan Guest Teacher ini menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi keluarga besar SD Muwri.
Kehadiran praktisi dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gresik memberikan warna tersendiri dalam proses pembelajaran sekaligus membuka wawasan siswa bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui kegiatan ini, SD Muwri berharap dapat menanamkan kesadaran tanggap bencana sejak usia dini, membangun sikap waspada tanpa rasa panik. Serta membekali siswa dengan pengetahuan dasar untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya.
Bagi SD Muwri, belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Menghadirkan para ahli dan praktisi langsung ke sekolah merupakan salah satu cara menghadirkan pembelajaran yang nyata, bermakna, dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.






0 Tanggapan
Empty Comments