Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sehari Belajar PHBS bersama Mahasiswa PLP Umsida Kelompok 68

Iklan Landscape Smamda
Sehari Belajar PHBS bersama Mahasiswa PLP Umsida Kelompok 68
Mahasiswa PLP Umsida Kelompok 68 mengajak siswa SDN Blimbing 3 Paciran Lamongan belajar sekaligus praktik langsung PHBS pada Rabu (19/8/2026). (Indana Nur Ahadiyah/PWMU.CO).
pwmu.co -

Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Kelompok 68 mengajak siswa SDN Blimbing 3, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, belajar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Rabu (19/8/2026).

Melalui program bertajuk “Misi Anak Sehat: Petualangan Belajar PHBS melalui Praktik Gosok Gigi dan Cuci Tangan”, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi kesehatan. Namun juga mengajak siswa mempraktikkan langsung cara mencuci tangan dan menggosok gigi dengan benar.

Kegiatan tersebut menyasar siswa kelas I, II, dan III. Pemilihan siswa kelas awal dilakukan karena masa tersebut dinilai penting untuk mulai membentuk kebiasaan menjaga kebersihan diri yang dapat diterapkan secara konsisten di sekolah maupun di rumah.

Belajar PHBS dengan Praktik Langsung

Program Misi Anak Sehat berangkat dari pengamatan mahasiswa PLP Kelompok 68 terhadap penerapan PHBS di kalangan anak-anak.

Mahasiswa menemukan bahwa sebagian siswa telah mengetahui pentingnya menjaga kebersihan. Namun, pemahaman tersebut belum seluruhnya diikuti keterampilan melakukan praktik mencuci tangan maupun menggosok gigi dengan langkah yang tepat.

Karena itu, mahasiswa memilih pendekatan pembelajaran yang tidak hanya mengandalkan penjelasan secara lisan.

Kegiatan dimulai dengan pengenalan mengenai pentingnya menjaga kebersihan tubuh, terutama tangan dan gigi. Setelah itu, mahasiswa mendemonstrasikan tahapan mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar.

Siswa kemudian diminta mengikuti gerakan yang telah dicontohkan. Mahasiswa mendampingi mereka tahap demi tahap agar siswa dapat memahami sekaligus mengingat prosedurnya.

Metode tersebut membuat siswa tidak sekadar duduk dan mendengarkan, tetapi terlibat secara langsung dalam pembelajaran.

Suasana kegiatan semakin hidup ketika materi PHBS dipadukan dengan simulasi, permainan edukatif, dan aktivitas bersama. Anak-anak tampak aktif mengikuti arahan mahasiswa sekaligus mencoba setiap langkah yang telah diperagakan.

Pendekatan interaktif itu dipilih untuk menyesuaikan karakteristik anak usia sekolah dasar yang lebih mudah memahami materi melalui pengalaman konkret.

Kepala Sekolah Apresiasi Misi Anak Sehat

Kepala SDN Blimbing 3, Sumiyatie, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, praktik langsung membantu siswa lebih mudah memahami pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri.

“Kegiatan seperti Misi Anak Sehat sangat baik untuk anak-anak. Terutama karena mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi langsung mempraktikkan cara mencuci tangan dan menggosok gigi dengan benar” ujarnya.

Ia berharap apa yang diperoleh siswa selama kegiatan tidak berhenti ketika program selesai.

SMPM 5 Pucang SBY

“Harapannya, kebiasaan yang mereka pelajari di sekolah dapat diterapkan juga di rumah. Sehingga anak-anak semakin terbiasa menjaga kebersihan dirinya secara mandiri” tambah Sumiyatie.

Keterlibatan guru dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pembiasaan PHBS.

Pasalnya, pembentukan perilaku hidup bersih tidak cukup dilakukan melalui satu kali penyampaian materi. Kebiasaan tersebut membutuhkan pengulangan, pendampingan, serta dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga.

Dari Sekolah Menjadi Kebiasaan Sehari-hari

Salah satu hal yang membedakan Misi Anak Sehat dengan pembelajaran kesehatan biasa adalah konsep “petualangan belajar” yang menggabungkan edukasi dengan pengalaman praktik.

Anak-anak tidak hanya diberi tahu mengenai manfaat mencuci tangan dan menggosok gigi. Mereka diajak melihat contoh, menirukan gerakan, kemudian mempraktikkannya sendiri.

Melalui metode tersebut, materi PHBS menjadi lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari siswa.

Mahasiswa PLP Kelompok 68 berharap pengalaman belajar tersebut dapat membantu siswa memahami bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar materi pelajaran yang harus dihafalkan.

Lebih dari itu, mencuci tangan dan menggosok gigi perlu menjadi kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin dan mandiri.

Kolaborasi mahasiswa PLP Umsida Kelompok 68, guru SDN Blimbing 3, dan para siswa juga diharapkan mampu memperkuat budaya hidup bersih di lingkungan sekolah.

Kebiasaan yang dimulai dari sekolah selanjutnya diharapkan dapat dibawa ke lingkungan keluarga.

Dengan demikian, Misi Anak Sehat tidak hanya menjadi kegiatan edukasi sesaat, tetapi menjadi langkah awal untuk menanamkan kesadaran hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

Dari aktivitas sederhana seperti mencuci tangan dan menggosok gigi dengan benar, anak-anak belajar bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari diri sendiri dan dilakukan setiap hari.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 20/08/2026 00:08
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu