Suasana berbeda tampak di lingkungan kantin SMK Muhammadiyah 3 Gresik (Matig) pada Selasa (14/04/2026). Para siswa berkumpul dan berinteraksi secara langsung, tidak seperti biasanya. Mereka terlihat asyik bermain dua permainan yang disediakan sekolah, yaitu catur dan blok stacko.
Program ini merupakan tindak lanjut dari penyampaian Wakil Kepala Sekolah, Ahmad Khamdi Musthofa, S.T., M.T., pada Senin (13/04/2026) setelah salat dhuha.
Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi siswa yang lebih banyak menghabiskan waktu bermain gawai dibandingkan berdiskusi dengan teman.
Menurutnya, dampak negatif penggunaan gawai yang berlebihan cukup besar, bahkan membuat siswa menjadi kurang fokus dalam pembelajaran.
Oleh karena itu, sekolah berinisiatif menyediakan fasilitas permainan di area kantin agar siswa dapat lebih aktif berinteraksi serta membangun komunikasi yang lebih sehat antar siswa.
Awalnya, sekolah berencana menyediakan permainan seperti pingpong dan biliar. Namun, keterbatasan lahan menjadi kendala. Akhirnya, dipilih permainan catur dan blok stacko yang tidak membutuhkan banyak ruang.
Ia juga menyampaikan bahwa ke depan, jika pembangunan lantai dua sekolah telah selesai dan tersedia dukungan fasilitas, sekolah akan menambah sarana untuk siswa guna menunjang aktivitas non-akademik yang lebih variatif.
Antusiasme siswa terlihat tinggi. Mereka bergantian memainkan permainan yang tersedia. Selain menjadi sarana hiburan, permainan ini juga melatih konsentrasi, strategi, serta kerja sama antar siswa dalam suasana yang santai namun tetap edukatif.
Salah satu siswa kelas XI TKJ, Aqiilah Naisyah Zhaafirah, menyampaikan bahwa keberadaan permainan tersebut membantu mengurangi penggunaan gadget.
“Dengan adanya permainan seperti ini, kita jadi mengurangi penggunaan gadget dan bisa bermain bersama teman tanpa HP,” ujarnya.
Sebelumnya, SMK Matig juga telah melakukan peningkatan layanan fasilitas, seperti perbaikan ruang perpustakaan yang kini dilengkapi pendingin ruangan serta penambahan koleksi buku bacaan.
Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan siswa terhadap gadget sekaligus mendorong minat literasi dan semangat belajar di lingkungan sekolah.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments