Pimpinan Ranting Aisyiyah Kalisampurno menggelar kegiatan ecoprint dalam rangka menyemarakkan Milad Aisyiyah ke-109 pada Ahad (24/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut diikuti sekitar 25 anggota Aisyiyah Ranting Kalisampurno, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.
Di tengah suasana akhir pekan yang identik dengan waktu keluarga, para anggota Aisyiyah memilih berkumpul untuk mengekspresikan kreativitas melalui seni ecoprint berbasis bahan alami.
Selama sepekan sebelumnya, para peserta telah berdiskusi mengenai persiapan kegiatan, mulai alat dan bahan hingga pemilihan jenis daun yang menghasilkan warna terbaik saat proses steam.
Ketua PRA Kalisampurno, Mulyati, menjelaskan bahwa kegiatan ecoprint tersebut merupakan salah satu program dari LBSO PCA Tanggulangin yang diteruskan hingga tingkat ranting.
“Karena ecoprint merupakan salah satu program LBSO (Lembaga Budaya Seni dan Olahraga) PCA Tanggulangin dan diturunkan ke ranting untuk dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ecoprint dipilih karena memiliki nilai edukasi sekaligus mengajak masyarakat kembali mengenal alam.
“Kenapa harus ecoprint, kita kembali ke alam dengan mengenal berbagai jenis dedaunan dan warna yang dihasilkan serta nama jenis pohon yang hampir dilupakan akibat pergeseran zaman yang makin modern,” lanjut wanita yang juga kader kesehatan Desa Kalisampurno tersebut.
Proses pembuatan ecoprint dimulai dari pewarnaan atau pencelupan kain.
Setelah itu, berbagai jenis daun ditata sedemikian rupa di atas kain agar menghasilkan pola yang estetik.
Jika susunan daun dirasa sudah rapi, kain kemudian digulung rapat dan diikat menggunakan tali yang kuat agar posisi daun tidak berubah saat proses perebusan atau steam.
Proses steam berlangsung sekitar dua jam.
Setelah selesai, gulungan kain dibuka dan daun-daun yang menempel dibersihkan. Dari proses tersebut, pola daun tercetak indah dengan warna alami yang unik.
Namun, hasil ecoprint belum bisa langsung digunakan.
Kain harus dijemur dengan cara diangin-anginkan dan dihindarkan dari paparan sinar matahari langsung selama tiga hari.
Setelah itu, kain dapat dibilas menggunakan air biasa lalu disetrika agar lebih rapi sebelum dijadikan jilbab ecoprint.
Kegiatan ecoprint tersebut menjadi bentuk kreativitas tanpa batas dari para anggota Aisyiyah Ranting Kalisampurno Tanggulangin.
Selain mempererat silaturahmi antaranggota, kegiatan ini juga menjadi sarana belajar bersama untuk lebih mencintai lingkungan dan memanfaatkan bahan alami sebagai karya bernilai seni.





0 Tanggapan
Empty Comments