Murid International Class Program SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) mengikuti rangkaian Cambridge Checkpoint ID 110 dengan penuh semangat dan antusias. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam tiga hari dengan jadwal yang tidak berdekatan, yakni Mathematics pada Senin (11/5/2026), Bahasa Inggris pada Rabu (13/5/2026), serta Science pada Rabu (20/5/2026).
Pelaksanaan asesmen yang berjeda menjadi tantangan tersendiri bagi peserta maupun pendamping. Kondisi tersebut mendorong Penanggung Jawab International Class Program SDMM, Ema Rohmah Hayati, S.Pd., untuk merancang berbagai strategi agar murid tetap semangat belajar, senang, dan bahagia selama mengikuti asesmen internasional tersebut.
Pada hari pertama, asesmen Mathematics dimulai pukul 09.00 WIB dengan dua sesi pengerjaan. Sesi pertama berupa Paper 1 tanpa menggunakan kalkulator, sedangkan sesi kedua, yakni Paper 2, diperbolehkan menggunakan kalkulator sesuai ketentuan Cambridge.
Sebagai bentuk persiapan maksimal, SDMM mengemas pembekalan belajar sehari sebelum ujian dengan suasana berbeda dan menyenangkan. Pembekalan dilaksanakan pada Ahad (10/5/2026) di ruang Meltique Cafe, Orchid Hotel selama 90 menit. Pendampingan belajar juga dilanjutkan pada malam hari pukul 18.00–19.00 WIB di kamar hotel guna memastikan kesiapan murid menghadapi ujian.
Semangat murid SDMM tampak sejak pelaksanaan Paper 1 Mathematics dimulai. Ujian yang berlangsung selama 45 menit tersebut dikerjakan secara serentak oleh seluruh peserta Checkpoint ID 110.
Usai mengerjakan Paper 1, salah satu murid SDMM, Ferdi, mengungkapkan rasa percaya dirinya.
“Mudah ustaz/ustazah soalnya dan saya bisa jawab. Malah lebih sulit latihan yang diberikan,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Rafa dan Randi berharap pada pelaksanaan Paper 2 Mathematics mereka diberikan kemudahan, kelancaran, serta memperoleh hasil yang optimal. Berbeda dengan keduanya, Muhyi mengaku bahwa Paper 2 terasa sedikit lebih sulit dibandingkan Paper 1.
Selain pengalaman akademik, kegiatan Checkpoint ID 110 juga memberikan pengalaman sosial yang berkesan bagi murid SDMM, khususnya siswa kelas Labuan Bajo. Mereka dapat bertemu dan berinteraksi dengan peserta dari berbagai sekolah lain yang tergabung dalam ID 110.
Fathin, salah satu murid SDMM, mengaku sangat menikmati pengalaman tersebut.
“Seru ustaz, karena dengan tes seperti ini saya jadi menambah banyak teman dan kenalan baru dari Sekolah Lab Universitas Negeri Malang yang ada di Magetan,” ungkapnya.
Keakraban antarpeserta juga terlihat saat mereka berbagi snack roti di kamar murid SDMM. Setelah menyelesaikan ujian, para siswa diberi kesempatan berbelanja snack untuk dinikmati bersama di kamar masing-masing. Kegiatan sederhana tersebut menjadi salah satu cara menjaga suasana hati murid tetap rileks dan bahagia selama mengikuti rangkaian asesmen.
Humas SDMM, Pradhita Eka Putri, S.Pd., turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Cambridge Checkpoint ID 110. Menurutnya, tempat pelaksanaan sudah sangat nyaman dan tenang sehingga mendukung konsentrasi murid saat mengerjakan asesmen.
Namun demikian, ia berharap kepada panitia penyelenggara agar jadwal pelaksanaan ke depan dapat dibuat berurutan sehingga lebih efektif dan memudahkan peserta maupun pendamping.
“Semoga pengalaman mengikuti Cambridge Checkpoint ini menjadi pengalaman menarik dan berharga bagi murid SDMM serta menambah semangat mereka untuk terus berkembang di tingkat internasional,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments