Suasana aula SD Muhammadiyah 2 Taman telah dipenuhi antusiasme sejak pagi hari, Sabtu (9/5/2026). Para peserta lomba bersama koordinator kelas (koorlas) tampak berdatangan silih berganti untuk melakukan registrasi. Riuh percakapan, senyum penuh semangat, serta persiapan terakhir para peserta menjadi pembuka hangat sebelum acara dimulai.
Setelah seluruh peserta menempati tempat masing-masing, MC membuka acara dengan sapaan ceria yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin. Kemeriahan semakin terasa saat panggung dihiasi penampilan tari tradisional yang memukau. Gerakan para penari yang energik dan penuh ekspresi seolah menjadi suntikan semangat bagi para peserta yang akan berkompetisi.
Usai penampilan tari, suasana berubah lebih khidmat saat sesi sambutan dimulai. Sambutan dari pihak sekolah disampaikan oleh Nur Fauziyah selaku staf kurikulum SD Mumtaz. Dalam pesannya, ia mengingatkan para peserta agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menikmati proses belajar, berani menuangkan ide, dan percaya diri menampilkan karya terbaik.
Selanjutnya, Lisa Hidayah selaku perwakilan anggota IKWAM memberikan motivasi singkat namun penuh makna. Ia menegaskan bahwa sinergi antara sekolah dan IKWAM menjadi kunci utama terselenggaranya kegiatan yang inspiratif dan penuh manfaat tersebut.
Acara kemudian kembali dipandu MC yang membacakan tata tertib perlombaan dengan penuh semangat. Ketegangan mulai terasa ketika layar proyektor menampilkan hitung mundur sebagai tanda dimulainya lomba. Saat hitungan mencapai angka nol, seluruh peserta resmi memulai kompetisi.
Sesi penilaian berlangsung cukup panjang dan penuh keseriusan. Namun berbeda dengan lomba pada umumnya, para peserta tetap diminta berada di tempat masing-masing. Dewan juri berkeliling dari satu peserta ke peserta lainnya untuk mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proyek yang telah dibuat. Dengan penuh percaya diri, para peserta menjelaskan ide, proses, hingga hasil karya mereka di hadapan para juri.
Setelah proses penilaian selesai, para juri mengadakan rapat tertutup untuk menentukan para pemenang. Sementara itu, panitia menghadirkan berbagai hiburan menarik agar suasana tetap hidup dan menyenangkan. Para koorlas yang sebelumnya berada di luar ruangan pun diperbolehkan masuk untuk ikut menikmati rangkaian acara.
Sesi hiburan diawali dengan pembagian doorprize yang langsung disambut antusias para peserta. Suasana kemudian berubah haru saat sebuah penampilan puisi dibawakan dengan penuh penghayatan hingga membuat beberapa penonton terdiam emosional. Tak lama kemudian, keceriaan kembali pecah saat doorprize gelombang kedua dibagikan.
Kemeriahan semakin terasa ketika seorang peserta bersama koorlasnya naik ke atas panggung membawakan lagu hits yang mengundang tepuk tangan meriah, bahkan diiringi joget kecil dari para penonton. Sebagai penutup sesi hiburan, doorprize gelombang ketiga kembali dibagikan dan sukses memancing sorak sorai kebahagiaan dari para pemenang.
Puncak ketegangan akhirnya tiba ketika MC mengumumkan bahwa rapat dewan juri telah selesai. Aula mendadak hening. Satu per satu nama pemenang dipanggil, mulai dari juara harapan hingga juara utama. Tangis haru, pelukan hangat, dan wajah penuh syukur menghiasi momen kemenangan tersebut.
Menjelang akhir acara, MC menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, juri, peserta, dan koorlas yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama.
Perlahan aula mulai lengang. Namun semangat, kebersamaan, dan cerita indah dari hari itu akan terus tersimpan dalam kenangan hingga perlombaan kembali digelar tahun depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments