Mengusung semangat belajar di luar kelas dan pembentukan karakter, SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro sukses menyelenggarakan kegiatan field trip bagi kelas 4 A sampai dengan E selama dua hari, Sabtu dan Ahad (7–8/11/2026). Bertempat di kawasan asri Pacet Mini Park, Mojokerto, kegiatan ini mengangkat tema besar “Connect with Nature, Create the Future”.
Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk mengajak siswa lebih dekat dan belajar dari alam, tetapi juga untuk menanamkan pondasi empati yang kuat sebagai bekal mereka di masa depan. Selama dua hari, para siswa diajak mengikuti serangkaian agenda edukatif yang memadukan kedisiplinan, kebersamaan, dan pembelajaran spiritual.
Salah satu sesi yang paling berkesan dan menyentuh hati terjadi saat penyampaian materi karakter yang dibawakan oleh Pak Bambang. Dalam sesi khusus tersebut, beliau menyampaikan materi bertajuk kasih sayang kepada orang tua, guru, serta sesama teman, sekaligus menggaungkan pesan tegas menolak perundungan (No Bullying).
Sesi Refleksi Hati yang Penuh Haru
Suasana yang semula riuh mendadak hening ketika Pak Bambang meminta seluruh siswa memejamkan mata. Dalam keheningan alam Pacet, beliau membimbing anak-anak untuk bermusahabah dan merenung. Para siswa diajak membayangkan betapa bahagianya dan hampa hidup ini jika tidak ada sosok orang tua yang mengasihi di rumah, guru yang membimbing di sekolah, serta teman yang menemani dalam suka dan duka.
Tangis haru tak terbendung di antara beberapa siswa saat menyadari betapa besarnya peran dan ketulusan orang-orang terdekat dalam hidup mereka. Setelah sesi refleksi tersebut, Pak Bambang kembali menegaskan betapa beruntung dan bahagianya kita ketika memiliki orang tua, guru, dan teman yang saling mendukung.
”Oleh karena itu, tidak ada tempat untuk perundungan (bullying) di antara kita. Kita harus saling menyayangi, menghormati guru, serta berbakti kepada orang tua,” tegas Pak Bambang di hadapan seluruh peserta.
Menggantungkan Pesan Cinta di Pohon Cinta
Sebagai penutup sesi yang syarat makna, Pak Bambang mengajak seluruh siswa untuk mengekspresikan rasa syukur dan kasih sayang mereka secara nyata. Setiap anak diminta menuliskan satu kalimat ungkapan cinta terbaik yang ditujukan kepada orang tua, guru, dan sahabat mereka di atas selembar kertas khusus.
Tulisan-tulisan berisi pesan hangat dan janji kebaikan tersebut kemudian digantungkan secara bergantian di area yang dinamakan “Pohon Cinta”. Pohon ini menjadi simbol pengingat bahwa rasa kasih sayang, empati, dan nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan selama field trip akan terus tumbuh mekar seiring berkembangnya anak-anak menuju masa depan.
Melalui kegiatan field trip ini, pihak SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro berharap para siswa tidak hanya membawa pulang kenangan manis bersama alam, tetapi juga membawa pulang jiwa yang lebih peka, penuh kasih, dan siap menjadi pribadi unggul yang berakhlak mulia. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments