Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Sigma Bergerak! Tujuh Marbot Muda Turun Gunung Menyalakan Semangat Memakmurkan Masjid

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Sigma Bergerak! Tujuh Marbot Muda Turun Gunung Menyalakan Semangat Memakmurkan Masjid
7 Marbot Muda Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran. (Hilmi Hidayatulloh/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Di tengah kekhawatiran banyak pihak tentang menurunnya keterlibatan anak muda di masjid, tujuh pemuda justru memilih jalan berbeda. Mereka tidak menghabiskan malam akhir pekan di pusat hiburan atau tempat nongkrong, melainkan bergerak membawa semangat dakwah dan memakmurkan rumah Allah.

Mereka adalah Ardi, Syahen, Atha, Hilmi, Haekal, Faras, dan Bayu. Tujuh marbot muda dari Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran Sidoarjo atau yang dikenal luas dengan sebutan Masjid Ramah Musafir. Selama ini, mereka dikenal aktif berada di balik layar dalam setiap program kerja masjid, mulai dari kegiatan dakwah, sosial, pelayanan jamaah, hingga pengelolaan media sosial kemasjidan.

Pada Sabtu-Ahad, (6–7/7/2026), mereka turun langsung ke lapangan melalui sebuah gerakan bertajuk SIGMA. SIGMA merupakan singkatan dari Silaturahmi dan Gerakan Memakmurkan Masjid, sebuah gerakan kolaboratif yang diinisiasi oleh Bayu Firdaus dan Hilmi Hidayatulloh sebagai upaya membangun semangat baru dalam dunia kemasjidan, khususnya di kalangan generasi muda.

Gerakan ini disambut positif oleh berbagai pihak karena membawa pendekatan yang berbeda. Bukan hanya berbicara tentang memakmurkan masjid secara konsep, tetapi menghadirkan aksi nyata dengan gaya yang dekat dengan anak muda, kreatif, hangat, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam.

Bagi mereka, memakmurkan masjid tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang kaku. Masjid harus mampu menjadi ruang yang hidup, tempat tumbuhnya ide, persaudaraan, dakwah, dan gerakan sosial yang menyenangkan bagi generasi muda.

Dengan semangat tersebut, Takmir Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran memberangkatkan tujuh pemuda terbaiknya menuju Masjid Pesantren KH. Mas Mansyur yang berlokasi di Balas Klumprik, Wiyung, Surabaya.

Masjid tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Menurut pengurus setempat, Masjid Pesantren KH. Mas Mansyur telah berdiri selama kurang lebih 14 tahun. Namun hingga kini, perkembangan aktivitas masjid dinilai belum berjalan secara signifikan.

Kondisi tersebut justru menjadi pemantik semangat bagi para marbot muda Masjid Ramah Musafir untuk hadir, bersilaturahmi, dan membawa energi baru dalam gerakan dakwah masjid.

Kepedulian Bersama

Ridwan Manan, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Takmir Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran, menyampaikan bahwa gerakan SIGMA merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masa depan masjid.

“Kehadiran Marbot Muda Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran Sidoarjo di Masjid Pesantren KH. Mas Mansyur melalui gerakan SIGMA merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam memakmurkan rumah Allah.

Kami meyakini bahwa masjid adalah pusat peradaban umat, tempat lahirnya ilmu, persaudaraan, dan gerakan kebaikan. Karena itu, tidak seharusnya ada masjid yang sepi dari aktivitas ibadah, dakwah, dan pembinaan generasi,” ujarnya penuh semangat.

Dalam kegiatan tersebut, tim marbot muda membawa beberapa agenda kolaboratif yang dikemas dalam sejumlah project gerakan. Di antaranya adalah Sarasehan Dakwah Digital, bertugas menjadi petugas adzan dan imam salat fardu, hingga kegiatan bakti sosial bersama masyarakat sekitar.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Semua agenda itu dilakukan bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai bentuk nyata bahwa anak muda mampu hadir menjadi bagian penting dalam merawat dan menghidupkan masjid.

Kehadiran mereka pun mendapatkan sambutan hangat dari pengurus Masjid Pesantren KH. Mas Mansyur. Abdi Hasyim yang merupakan pengurus masjid sekaligus Ketua pertama PCM Wiyung mengaku sangat bahagia atas kedatangan tim dari Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran.

Gerakan Dakwah Masjid

Menurutnya, energi dan semangat yang dibawa para pemuda tersebut menjadi harapan baru bagi gerakan dakwah masjid, khususnya di lingkungan Masjid Pesantren KH. Mas Mansyur.

“Semoga semangat yang dibawa anak-anak muda Masjid Ar-Royyan ini dapat memberikan dampak positif kepada masjid-masjid lain, khususnya Masjid Pesantren KH. Mas Mansyur ini,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa gerakan seperti SIGMA merupakan salah satu bentuk ikhtiar penting yang harus terus dilakukan oleh pengurus masjid agar semangat menjaga dan memakmurkan rumah Allah tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Hal senada juga disampaikan oleh Aswari Noor, salah satu pengurus Masjid Pesantren KH. Mas Mansyur. Ia berharap hubungan kolaborasi antara kedua masjid dapat terus terjalin dan berkembang dalam berbagai program dakwah lainnya di masa mendatang.

Bagi banyak orang, kegiatan ini mungkin terlihat sederhana. Namun di balik langkah kecil tujuh pemuda tersebut, tersimpan harapan besar tentang masa depan masjid di Indonesia.

Bahwa masjid tidak boleh kehilangan generasinya. Bahwa anak muda tidak boleh dijauhkan dari rumah Allah. Dan bahwa dakwah hari ini membutuhkan keberanian untuk bergerak, berkolaborasi, dan hadir dengan cara-cara yang lebih dekat dengan zaman.

SIGMA bukan sekadar kegiatan kunjungan antar masjid. Gerakan ini adalah pesan kuat bahwa masih ada anak-anak muda yang rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikirannya demi menjaga cahaya masjid tetap menyala.

Dari sudut kecil di Wiyung Surabaya, semangat itu perlahan tumbuh. Menyebar. Menyalakan harapan. Bahwa masa depan masjid akan tetap hidup selama masih ada pemuda yang mau bergerak untuk memakmurkannya. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu