Sekitar 800 jamaah menghadiri Tabligh Akbar Spesial Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang digelar Masjid Ikhwanul Muslimin Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Din Syamsuddin sebagai narasumber utama dan diikuti jamaah dari Tanggulangin serta wilayah sekitarnya.
Tabligh akbar tersebut diselenggarakan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan tema “Menyambut Tahun Baru Islam dalam Semangat Dakwah dan Tajdid”
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Prof. Dr. A. Dzoul Milal, M.Pd., selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo, Hifni Sholihin selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tanggulangin, serta Maksun selaku Kepala Desa Kalidawir.
Sebagai narasumber utama, Prof. Din Syamsuddin menyampaikan pentingnya menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum muhasabah diri. Menurutnya, peringatan tahun baru Islam tidak cukup dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi perlu diisi dengan upaya meningkatkan kualitas keimanan, ibadah, dan kontribusi sosial kepada masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya dakwah yang mencerahkan serta semangat tajdid yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunah. Dalam pandangannya, penguasaan ilmu pengetahuan, penguatan akhlak, dan keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial menjadi bagian penting bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Ketua Takmir Masjid Ikhwanul Muslimin, Suprapto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa kehadiran Prof Din Syamsuddin menjadi kehormatan tersendiri bagi jamaah dan masyarakat Kalidawir.
“Masjid Ikhwanul Muslimin merasa sangat bangga karena dapat menghadirkan tokoh dunia dan tokoh Muhammadiyah, Prof Din Syamsuddin. Semoga kehadiran beliau memberikan inspirasi dan motivasi bagi seluruh jamaah untuk terus meningkatkan semangat dakwah dan pengabdian kepada umat,” ujarnya.
Suprapto berharap kegiatan yang diselenggarakan Masjid Ikhwanul Muslimin tidak berhenti pada acara besar semata. Menurutnya, masjid perlu terus hadir sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, pembinaan umat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ia menambahkan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam memperkuat ukhuwah Islamiah sekaligus membangun masyarakat yang berilmu dan berakhlak mulia.
Selain mengikuti pengajian, jamaah juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk bersilaturahmi dengan sesama peserta.
Suprapto berharap Masjid Ikhwanul Muslimin dapat terus mengembangkan perannya sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments