Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pakar Komunikasi UMY: Pelecehan di Media Sosial Tak Bisa Dianggap Candaan

Iklan Landscape Smamda
Pakar Komunikasi UMY: Pelecehan di Media Sosial Tak Bisa Dianggap Candaan
Ilustrasi
pwmu.co -

Kasus pelecehan verbal yang dialami musisi muda Nadhif Basalamah di media sosial menjadi pengingat bahwa etika komunikasi dan literasi digital masih menjadi tantangan besar di Indonesia.

Pakar Komunikasi dan Media sekaligus Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Fajar Junaedi, menilai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ruang digital belum sepenuhnya menjadi tempat yang aman dan beradab bagi setiap pengguna.

Menurutnya, komentar bernuansa seksual yang diterima Nadhif merupakan bentuk pelanggaran terhadap martabat manusia.

“Ruang digital semestinya menjadi tempat bertukar gagasan, memberikan apresiasi, maupun kritik yang membangun, bukan menjadi arena untuk melakukan objektifikasi dan pelecehan,” tegas Fajar pada Selasa (30/6/2026).

Fajar menjelaskan bahwa etika komunikasi mengajarkan setiap individu harus diperlakukan sebagai subjek yang memiliki hak, perasaan, dan martabat yang wajib dihormati.

Ketika seseorang direduksi menjadi objek fantasi melalui komentar yang tidak pantas, menurutnya, komunikasi yang terjadi bukan lagi komunikasi yang sehat, melainkan bentuk dehumanisasi.

Ia juga mengaitkan persoalan tersebut dengan etika deontologi yang dikembangkan filsuf Immanuel Kant.

“Dengan demikian, komentar yang mengandung pelecehan seksual tidak dapat dibenarkan meskipun pelakunya berdalih hanya bercanda atau tidak memiliki niat buruk. Secara moral, tindakan tersebut telah melanggar kewajiban untuk menghormati sesama manusia,” jelasnya.

Fajar menambahkan bahwa kebebasan berekspresi memang menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus disertai tanggung jawab moral.

Ketika sebuah komentar merendahkan, menyakiti, atau mengganggu kesehatan mental orang lain, maka kebebasan tersebut telah melampaui batas etika.

Menurut Fajar, kasus yang dialami Nadhif juga memperlihatkan masih rendahnya literasi digital masyarakat.

SMPM 5 Pucang SBY

“Kasus ini juga menunjukkan masih rendahnya tingkat literasi digital masyarakat. Literasi digital tidak sekadar kemampuan menggunakan media sosial atau memahami teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, membangun empati, dan bertanggung jawab atas setiap jejak digital yang ditinggalkan,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa salah satu aspek penting dalam literasi digital adalah digital empathy atau empati digital.

Empati digital merupakan kemampuan menyadari bahwa di balik setiap akun media sosial terdapat manusia yang memiliki perasaan dan dapat mengalami tekanan psikologis akibat komentar yang diterimanya.

“Karena itu, setiap pengguna media sosial perlu membiasakan diri untuk melakukan refleksi sebelum memberikan komentar. Pertanyaan sederhana seperti apakah komentar tersebut menghormati orang lain, apakah layak disampaikan secara langsung, dan apa dampaknya bagi penerima perlu menjadi bagian dari budaya bermedia sosial,” ungkapnya.

Fajar menilai langkah Nadhif Basalamah yang menyampaikan keberatannya secara terbuka merupakan contoh praktik literasi digital yang positif.

Sikap tersebut dinilai bukan hanya menjadi bentuk perlindungan terhadap diri sendiri, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran publik mengenai pentingnya menciptakan ruang digital yang aman.

Menurutnya, kasus tersebut bukan sekadar persoalan individu, melainkan cerminan kondisi masyarakat digital saat ini.

“Oleh karena itu, membangun budaya komunikasi yang beradab menjadi tanggung jawab bersama. Setiap individu perlu menyadari bahwa di balik setiap layar terdapat manusia yang memiliki martabat, perasaan, dan hak untuk dihormati. Dengan mengedepankan etika komunikasi serta memperkuat literasi digital, masyarakat dapat mewujudkan ruang digital yang lebih manusiawi, aman, dan penuh penghormatan terhadap sesama,” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Satria - 30/06/2026 21:05
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu