SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih mengawali Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menggelar seminar Spiritual Healthy Parenting bertema “Membasuh Luka, Membasuh Jiwa: Sinergi Guru dan Orang Tua Menjaga Amanah Suci Masa Depan” di Recola, Kabupaten Kediri, Sabtu (18/7/2026).
Seminar menghadirkan Ustadz Hanif Asyhar, M.Pd., C.H., C.Ht. sebagai narasumber dan diikuti ratusan wali murid, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri, guru, serta tenaga kependidikan.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya, kemudian sambutan Kepala SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih Moch. Safi’i, M.Pd., serta Ketua PDM Kabupaten Kediri Ikhwan Nurhadi, M.Pd.I.
Dalam sambutannya, Moch. Safi’i menegaskan bahwa pendidikan anak tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata.
Menurutnya, keberhasilan peserta didik lahir dari kolaborasi yang erat antara guru dan orang tua.
“Kami meyakini keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar di sekolah, tetapi juga oleh pola asuh di rumah. Melalui seminar ini, kami ingin membekali orang tua agar mampu mendampingi putra-putrinya secara akademik, spiritual, dan emosional. Semoga sinergi ini melahirkan generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Ketua PDM Kabupaten Kediri, Ikhwan Nurhadi, turut mengapresiasi langkah sekolah yang menjadikan kegiatan parenting sebagai pembuka tahun pelajaran.
Menurutnya, pendidikan merupakan amanah bersama yang harus dijalankan melalui kolaborasi sekolah, keluarga, dan Muhammadiyah.
“Anak-anak tidak hanya membutuhkan ilmu pengetahuan, tetapi juga keteladanan, kasih sayang, dan lingkungan yang mendukung pembentukan akhlak. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi sekolah Muhammadiyah lainnya dalam mencetak generasi Qurani yang unggul dan berkemajuan,” tuturnya.
Dalam sesi utama, Ustadz Hanif Asyhar mengajak para orang tua memulai pendidikan anak dengan memperbaiki diri sendiri.
Ia menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan mental, mengelola emosi, memperbanyak zikir dan istighfar, serta menyembuhkan luka pengasuhan agar tidak diwariskan kepada anak.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai karakter anak, pentingnya membatasi ketergantungan terhadap gawai, serta teknik Hipno-Sleeping, yakni memberikan doa dan afirmasi positif kepada anak menjelang tidur.
Seminar ditutup dengan sesi refleksi, di mana para orang tua menuliskan harapan terbaik bagi putra-putri mereka.
Melalui kegiatan tersebut, SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih menegaskan komitmennya membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai Islam, dan kesehatan mental keluarga sebagai fondasi lahirnya generasi unggul.





0 Tanggapan
Empty Comments