Memasuki penghujung tahun ajaran, sebanyak 94 siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 1 Krian (SD Sakri) mengikuti Ujian Akhir Praktik Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni Senin hingga Selasa (04-05/05/2026), bertempat di lingkungan sekolah dengan suasana yang khidmat dan tertib.
Ujian praktik ini merupakan instrumen krusial bagi sekolah untuk mengukur sejauh mana ketercapaian kompetensi siswa dalam menjalankan ibadah harian.
Yang menarik, seluruh standar penilaian dan tata cara ibadah yang diujikan merujuk secara ketat pada tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdied Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Hal ini bertujuan agar setiap lulusan memiliki pemahaman ibadah yang kuat dan sesuai dengan manhaj organisasi.
Materi Ujian yang Komprehensif
Selama dua hari pelaksanaan, para siswa harus menghadapi serangkaian ujian yang terbagi ke dalam beberapa pos penilaian. Materi utama antara lain:
- Al-Qur’an dan Hadits: Meliputi tes kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai tajwid, hafalan surat-surat pendek, serta hafalan hadits-hadits pilihan.
- Ibadah Praktis: Penilaian tata cara wudhu yang sempurna serta pelaksanaan sholat fardhu.
- Sholat Jenazah: Sebagai bekal pengabdian di masyarakat, siswa diuji kemampuannya dalam memimpin dan melaksanakan sholat jenazah secara mandiri.
Untuk menjaga objektivitas dan kualitas penilaian, sekolah menerjunkan Tim Penguji yang terdiri dari guru mata pelajaran ISMUBA serta guru Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) yang telah tersertifikasi secara internal.
Apresiasi Wakil Kepala Sekolah
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Sumber Daya Insani (SDI) SD Sakri, Abdillah Faizun, memberikan apresiasi tinggi atas keseriusan para siswa dalam menghadapi ujian ini. Menurutnya, ujian ini bukan sekadar mengejar angka di atas kertas, melainkan pembentukan karakter.
”Kegiatan ini adalah momentum bagi kita untuk melihat hasil dari proses pembinaan karakter dan ibadah selama enam tahun siswa menimba ilmu di sini” terangnya.
“Kami ingin memastikan bahwa saat mereka lulus nanti, mereka tidak hanya cerdas secara akademik. Tetapi juga sudah tuntas dalam urusan ibadah wajibnya” ujar Abdillah Faizun kepada PWMU.CO di sela-sela peninjauan ujian, Selasa (05/05/2026).
Di samping itu, ia juga menekankan pentingnya standarisasi Tarjih dalam ujian ini. “Standar yang kami gunakan sangat spesifik. Kita mengacu pada hasil putusan Majelis Tarjih agar ada keseragaman dan kemantapan hati bagi siswa dalam beribadah di mana pun mereka berada” tambahnya.
Harapan untuk Masa Depan Siswa
Menutup keterangannya, Abdillah Faizun menyampaikan harapan besar bagi para peserta didik kelas 6 yang sebentar lagi akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
”Harapan besar kami, nilai-nilai yang mereka praktikkan hari ini tidak berhenti saat ujian usai. Kami berharap ibadah ini menjadi kebutuhan hidup dan identitas diri mereka sebagai kader Muhammadiyah yang unggul” tambah Abdillah.
“Semoga mereka menjadi generasi yang sholeh-sholehah dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat” pungkasnya.
Dengan terlaksananya ujian praktik ini, diharapkan para siswa dapat lulus dengan bekal spiritual yang mumpuni, siap menghadapi tantangan di jenjang sekolah menengah dengan pondasi agama yang kokoh.





0 Tanggapan
Empty Comments