Suasana berbeda terlihat di ruang kelas VI SD Muhammadiyah 1 Gempol pada Rabu (3/6/2026). Menjelang berakhirnya tahun ajaran, para siswa tidak hanya mengikuti kegiatan perpisahan atau rekreasi, tetapi juga terlibat dalam proyek edukatif pembuatan sabun cuci tangan cair yang memadukan pembelajaran sains, kesehatan, dan kewirausahaan.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Zain Multi Anugrah yang bekerja sama dengan pihak sekolah untuk menghadirkan pengalaman belajar berbasis praktik bagi para siswa.
Sebanyak puluhan siswa mengikuti proses pembuatan sabun secara langsung mulai dari pengenalan bahan, pencampuran formula, hingga pengemasan produk yang siap digunakan. Hasilnya, setiap siswa berhasil memproduksi satu botol sabun cuci tangan cair hasil karya mandiri.
Pendamping kegiatan, Mohammad Naufal Alief MSi, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai implementasi pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning yang memungkinkan siswa memahami penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak melihat bahwa ilmu sains yang mereka pelajari di kelas memiliki manfaat nyata. Dengan dukungan CSR PT Zain Multi Anugrah, mereka dapat bereksperimen menggunakan bahan yang aman dan belajar layaknya ilmuwan cilik,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan serta pengenalan berbagai bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun cair. Para siswa juga diberikan pemahaman tentang fungsi masing-masing bahan, mulai dari zat pembersih, pengental, pewangi hingga pewarna yang aman digunakan.
Untuk menjaga keamanan selama praktik berlangsung, seluruh peserta menggunakan sarung tangan pelindung sebelum memulai proses pencampuran bahan.
Setelah mendapatkan penjelasan teori, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja. Dengan pendampingan fasilitator, mereka mengikuti setiap tahapan pembuatan sabun secara bertahap, mulai dari mencampurkan bahan hingga menghasilkan cairan sabun dengan tekstur yang sesuai.
Suasana kelas pun berlangsung meriah. Para siswa tampak antusias ketika melihat perubahan tekstur bahan yang semula encer menjadi lebih kental dan siap digunakan.
Tahap berikutnya adalah proses pengemasan. Setiap siswa menuangkan sabun hasil racikannya ke dalam botol pompa berukuran 250 mililiter yang telah disediakan panitia.
Mereka juga diberi kesempatan menempelkan label produk pada kemasan masing-masing. Melalui proses tersebut, siswa diperkenalkan pada konsep dasar branding dan estetika produk sehingga tidak hanya belajar tentang sains, tetapi juga mengenal dunia kewirausahaan.
Selain praktik pembuatan sabun, kegiatan semakin semarak dengan adanya sistem apresiasi bagi peserta yang menunjukkan keaktifan, kreativitas, dan kedisiplinan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Tim penilai dari sekolah melakukan pengamatan terhadap kerja sama kelompok, ketepatan dalam mengikuti prosedur, serta kemampuan siswa menjawab berbagai pertanyaan seputar materi yang diberikan.
Salah satu peserta, Selma, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Ternyata membuat sabun itu seru dan tidak sesulit yang saya bayangkan kalau mengikuti petunjuk dengan benar. Saya senang bisa membawa pulang sabun hasil karya sendiri dan mendapatkan hadiah untuk persiapan masuk SMP,” ujarnya.
Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai sarana pembelajaran yang lebih kontekstual dan menyenangkan bagi siswa.
Menurut Mohammad Naufal Alief, pengalaman membuat produk secara mandiri dapat membantu menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, serta semangat berwirausaha sejak usia dini.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal tumbuhnya kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan jiwa kewirausahaan. Anak-anak belajar bahwa ilmu yang diperoleh di sekolah dapat diterapkan untuk memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membawa pulang pengalaman berharga yang menjadi bekal saat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.





0 Tanggapan
Empty Comments