SMK Muhammadiyah 5 Gresik memperkuat kemitraan dengan PT Petrosida Gresik melalui pembahasan sinkronisasi kurikulum, magang guru, praktik kerja lapangan (PKL) siswa, hingga pemanfaatan teknologi drone pertanian sebagai media pembelajaran. Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Kantor PT Petrosida Gresik, Selasa (28/7/2026).
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya sekolah menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri, khususnya pada Konsentrasi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH).
Pertemuan dihadiri Kepala SMK Muhammadiyah 5 Gresik (SMK Mulia), Safiq Abdillah, S.T., M.M., Kepala Konsentrasi Keahlian ATPH, serta tim PT Petrosida Gresik yang dipimpin Roys.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah program strategis, mulai dari sinkronisasi kurikulum, magang guru, pelaksanaan PKL bagi siswa, hingga penguatan pembelajaran berbasis teknologi. Salah satu rencana yang disiapkan adalah pemanfaatan drone pertanian sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan teknologi pertanian presisi kepada peserta didik.
Melalui sinkronisasi kurikulum, materi pembelajaran diharapkan semakin selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Program magang guru juga dirancang untuk memperbarui wawasan pendidik terhadap praktik industri sehingga pembelajaran di sekolah menjadi lebih kontekstual. Sementara itu, PKL memberikan kesempatan kepada siswa memperoleh pengalaman langsung di lingkungan kerja profesional.
Kepala SMK Muhammadiyah 5 Gresik, Safiq Abdillah, mengatakan kemitraan tersebut merupakan langkah strategis dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“Kami ingin lulusan SMK Mulia memiliki pengalaman belajar yang nyata melalui kurikulum yang selaras dengan industri, magang guru, PKL siswa, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern. Dengan demikian, mereka memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini maupun masa depan,” ujarnya.
Perwakilan PT Petrosida Gresik, Roys, menyambut baik penguatan kerja sama tersebut. Menurutnya, dunia industri memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang siap bekerja.
“Kami siap mendukung pengembangan sekolah vokasi melalui sinkronisasi kurikulum, magang guru, PKL siswa, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern. Harapannya, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kondisi industri saat ini,” katanya.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri (link and match), sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis okupasi khusus di bidang Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Melalui sinergi tersebut, SMK Muhammadiyah 5 Gresik dan PT Petrosida Gresik berkomitmen menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, inovatif dalam menghadapi tantangan sektor pertanian modern, serta memiliki daya saing tinggi di dunia kerja. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments