Kabar membanggakan datang dari SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda). Salah satu siswa terbaiknya, Fairuz Dzulfiqar Rabbani, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 dan Medali Emas pada Kejuaraan Nasional Piala Walikota Surabaya 2026 kategori Poomsae Individual Putra.
Prestasi yang diraih siswa kelas XI-8 tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, kedisiplinan, dan mental juara mampu mengantarkannya ke podium tertinggi. Di balik raihan medali emas itu, terdapat perjuangan panjang yang menuntut kesiapan fisik maupun mental.
Dua pekan menjelang kejuaraan, Fairuz menjalani persiapan intensif. Ia mengikuti latihan rutin beberapa kali dalam sepekan dengan penuh komitmen. Di bawah arahan pelatih, berbagai program latihan fisik dan pematangan teknik poomsae dijalani secara maksimal demi mencapai performa terbaik saat bertanding.
Saat ditanya mengenai kunci keberhasilannya, Fairuz menjawab dengan rendah hati.
“Kunci sukses saya sebenarnya sederhana, yaitu disiplin, kerja keras, dan percaya diri. Meskipun saya masih sabuk hijau, saya selalu berusaha berlatih dengan sungguh-sungguh, mendengarkan arahan pelatih, dan pantang menyerah ketika menghadapi kesulitan,” ujarnya.
Menurut Fairuz, tantangan terbesar dalam kompetisi bukan hanya penguasaan teknik, tetapi juga pengalaman bertanding. Menghadapi lawan-lawan yang memiliki jam terbang lebih tinggi tentu menghadirkan tekanan tersendiri. Namun, ia memilih untuk tetap tenang, fokus pada strategi yang telah dipersiapkan, serta percaya pada kemampuan diri sendiri.
Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil manis. Fairuz berhasil mempersembahkan kemenangan yang membanggakan bagi dirinya, keluarga, dan sekolah.
“Saya merasa sangat senang, bangga, sekaligus terharu. Semua latihan keras dan usaha yang telah dilakukan akhirnya membuahkan hasil. Prestasi ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus berkembang,” ungkapnya.
Dukungan Keluarga dan Sekolah
Keberhasilan Fairuz tidak diraih seorang diri. Ia mendedikasikan prestasi tersebut kepada kedua orang tuanya, pelatih yang telah membimbingnya dengan sabar, teman-teman seperjuangan, serta keluarga besar Smamda yang selalu memberikan dukungan.
Di balik kesuksesan Fairuz, terdapat peran besar kedua orang tuanya, Anjar Pujo Utomo dan Istiqomah Nur Fatayati. Keduanya senantiasa mendampingi dan membantu Fairuz menjaga keseimbangan antara aktivitas belajar dan latihan taekwondo.
Mereka juga terus memberikan motivasi, menjaga kondisi kesehatan putranya, serta memastikan pendidikan tetap menjadi prioritas di tengah kesibukannya sebagai atlet.
“Menurut kami, Fairuz adalah anak yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat belajar yang baik. Nilai-nilai disiplin yang diperoleh dari taekwondo juga terlihat dalam kesehariannya, seperti berusaha tepat waktu, menyelesaikan tugas sekolah dengan baik, dan berlatih secara konsisten untuk mencapai target,” tutur Bapak Anjar dan Ibu Istiqomah.
Bagi kedua orang tuanya, prestasi ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi. Fairuz pun telah menetapkan target berikutnya, yakni mengikuti dan meraih prestasi pada kejuaraan tingkat internasional guna meningkatkan kemampuan serta menambah pengalaman bertanding.
Harapan tersebut sejalan dengan doa yang selalu dipanjatkan oleh kedua orang tuanya.
“Harapan terbesar kami adalah agar Fairuz terus berprestasi dan menjadi pribadi yang berakhlak baik, rendah hati, serta bermanfaat bagi orang lain. Kami berharap ia dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai cita-citanya, sekaligus terus mengembangkan potensi di bidang taekwondo hingga mampu meraih prestasi di tingkat internasional,” tutup mereka. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments