Kifaya Nanayu Sukandar, siswa Tahfidz Class XI-4 SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), meraih Juara 1 Chemistry Competition dalam ajang Pekan Ilmiah Kimia (PIK) XXVI yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia (Himamia) FKIP KBM Universitas Bengkulu, Kamis (8/10/2026).
Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa Tahfidz Class tidak hanya mendalami ilmu keagamaan, tetapi juga mampu bersaing dalam kompetisi akademik tingkat perguruan tinggi.
Memahami Konsep, Bukan Sekadar Menghafal Rumus
Kifaya mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Baginya, kompetisi ini menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman baru.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan Juara 1. Pencapaian ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya, apalagi bisa mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi,” ungkapnya.
Untuk mempersiapkan diri, Kifaya mempelajari kembali materi kimia yang telah diperoleh di sekolah. Ia memperkuat pemahaman konsep dan rutin berlatih mengerjakan soal.
Menurutnya, belajar kimia tidak cukup dengan menghafalkan rumus. Pemahaman konsep diperlukan agar siswa mampu menerapkannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan.
“Belajar kimia bukan hanya tentang menghafal rumus, tetapi juga memahami bagaimana konsep tersebut digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan,” jelasnya.
Tantangan muncul ketika perlombaan berlangsung. Sejumlah soal menuntut ketelitian, pemahaman konsep, dan kecepatan berpikir. Kifaya berusaha tetap tenang, memahami persoalan, lalu menentukan strategi penyelesaian sebelum menjawab.
Usaha tersebut berbuah manis ketika namanya diumumkan sebagai juara pertama. Ia berharap pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuannya di bidang kimia.
“Bagi saya, kemenangan ini bukan sekadar mendapatkan penghargaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan, khususnya di bidang kimia,” tuturnya.
Guru Tekankan Pentingnya Proses
Guru pembimbing, Vinna Tanjung C.R., S.Pd., mengapresiasi perjuangan Kifaya. Menurutnya, keberhasilan dalam kompetisi tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh kerja keras dan proses belajar yang dijalani.
“Menjadi finalis bukanlah sekadar sebuah pencapaian, tetapi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, keberanian, dan semangat belajar mampu membawa kalian melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Vinna berpesan agar Kifaya tidak cepat berpuas diri dan menjadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk meraih prestasi berikutnya.
“Jadikan pengalaman ini sebagai awal untuk meraih prestasi-prestasi berikutnya. Teruslah belajar, berlatih, saling mendukung, dan jangan takut menghadapi tantangan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para siswa untuk menjaga nama baik sekolah melalui prestasi yang disertai karakter dan integritas.
“Berkompetisilah dengan ilmu, berjuanglah dengan doa, dan menangkanlah dengan ketekunan,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments