Iklan SDM 4 Mudipat 2026

SMA Muhi Mendunia, 23 Delegasi Korea Selatan Belajar Budaya Yogyakarta

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
SMA Muhi Mendunia, 23 Delegasi Korea Selatan Belajar Budaya Yogyakarta
SMA Muhi Mendunia, 23 Delegasi Korea Selatan Belajar Budaya Yogyakarta. (Yusron/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) menerima kunjungan 23 delegasi dari Gyeongbuk Foreign Language High School, Korea Selatan, dalam program pertukaran pelajar dan pengenalan budaya pada 26–28 Oktober 2026.

Mengusung tema “Bridging Cultures, Empowering Youth Leaders for Global Harmony”, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat persahabatan lintas negara sekaligus memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Delegasi Korea Selatan yang terdiri dari 20 murid dan tiga guru tersebut disambut hangat oleh keluarga besar SMA Muhi. Pertemuan ini memberikan kesempatan bagi murid kedua sekolah untuk berinteraksi, bertukar pengalaman, serta mengenal budaya masing-masing dalam suasana penuh keakraban.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen SMA Muhi dalam mempersiapkan generasi muda yang berwawasan global, mampu berkomunikasi lintas budaya, serta menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati.

Kepala SMA Muhi, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menyampaikan kebahagiaan dan kehormatannya atas kunjungan delegasi Gyeongbuk Foreign Language High School.

Menurutnya, perbedaan negara, bahasa, dan tradisi bukanlah penghalang untuk membangun persahabatan. Sebaliknya, keberagaman menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memperluas wawasan dan belajar memahami perspektif yang berbeda.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik dan keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak mulia, keterbukaan, serta kemampuan bekerja sama dengan siapa pun.

Herynugroho juga mengajak murid SMA Muhi untuk menjadi tuan rumah yang baik dengan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia secara bangga, sekaligus terbuka mempelajari kebudayaan Korea Selatan.

“Perbedaan negara, bahasa, dan tradisi bukanlah penghalang untuk membangun persahabatan dan bekerja sama. Melalui pendidikan, persahabatan, dan komunikasi, kita dapat menjembatani perbedaan budaya serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Gyeongbuk Foreign Language High School, Kim Byeonghan, mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Indonesia dan sambutan hangat keluarga besar SMA Muhi.

Ia menyampaikan apresiasi atas pengalaman yang diberikan selama kunjungan. Menurutnya, pertemuan antarsekolah dari negara berbeda menjadi kesempatan berharga bagi murid untuk mengenal perspektif baru, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan belajar menghargai perbedaan secara langsung.

Kim Byeonghan juga berharap hubungan kedua sekolah tidak berhenti pada kunjungan singkat, tetapi dapat berkembang menjadi persahabatan berkelanjutan dan kerja sama nyata yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Belajar Batik hingga Menjelajahi Keraton Yogyakarta

Rangkaian kegiatan dirancang untuk memadukan pembelajaran, seni, dan pengalaman budaya secara langsung.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Pada hari pertama, Senin (26/10/2026), kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan di Grha As Sakinah. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan gamelan dan vokal oleh murid SMA Muhi, kelas bahasa dan budaya, seminar interaktif, serta lokakarya membatik.

Lokakarya membatik menjadi salah satu agenda istimewa. Para murid Korea Selatan berkesempatan mengenal proses pembuatan batik, mulai dari memahami teknik dasar hingga mempraktikkan keterampilan tradisional tersebut.

Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang batik sebagai warisan budaya Indonesia, tetapi juga belajar mengenai ketelitian, kesabaran, dan kreativitas yang dibutuhkan dalam proses pembuatannya.

Pengenalan gamelan turut memberikan pengalaman tersendiri bagi para delegasi. Mereka dapat menikmati kekayaan seni musik tradisional Indonesia yang menjadi bagian penting dari identitas budaya bangsa.

Pada hari kedua, Selasa (27/10/2026), rombongan mengikuti wisata budaya dengan mengunjungi Keraton Yogyakarta, Museum Sonobudoyo, dan kawasan Malioboro.

Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada para murid untuk mengenal lebih dekat sejarah, tradisi, kesenian, serta kehidupan masyarakat Yogyakarta. Pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah ini sekaligus memperkaya pemahaman mereka tentang kebudayaan Indonesia.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan interaktif. Murid kedua sekolah tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga terlibat dalam proses saling mengenal dan berbagi pengalaman.

Menyiapkan Generasi Muda Berwawasan Global

Kunjungan Gyeongbuk Foreign Language High School menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam dunia pendidikan. Di tengah perkembangan global yang semakin dinamis, generasi muda perlu dibekali kemampuan beradaptasi, berpikir terbuka, berkomunikasi lintas budaya, dan bekerja sama menghadapi berbagai tantangan.

Pengalaman bertemu teman sebaya dari Korea Selatan menjadi pembelajaran bahwa persahabatan dapat tumbuh di tengah perbedaan bahasa dan kebiasaan. Kuncinya adalah rasa hormat, keingintahuan, serta kemauan untuk saling memahami.

Bagi SMA Muhi, program ini menjadi langkah nyata untuk memperluas jejaring pendidikan internasional sekaligus membentuk generasi yang unggul, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan global.

Melalui semangat “Bridging Cultures, Empowering Youth Leaders for Global Harmony”, kedua sekolah diharapkan dapat melanjutkan hubungan yang telah terjalin melalui berbagai program bersama di bidang pendidikan dan kebudayaan. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 28/10/2026 13:21
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu