Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Spemutu Ajak Murid Bijak Bermedia Sosial dan Perkuat Iman

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Peringati Hari Sumpah Pemuda, Spemutu Ajak Murid Bijak Bermedia Sosial dan Perkuat Iman
Ketua PDPM Gresik, Syafiq Abdillah, S.T., M.M. menjadi pembina Upacara pada peringatan Sumpah Pemuda di Spemutu (Eka/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Spemutu, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh warga sekolah dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan pemuda Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat persatuan di kalangan generasi muda.

Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Gresik, Syafiq Abdillah, S.T., M.M. Dalam amanatnya, dia mengajak seluruh peserta upacara untuk memaknai kembali sejarah lahirnya Sumpah Pemuda serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah perkembangan teknologi digital.

Syafiq menjelaskan, lahirnya Sumpah Pemuda tidak terlepas dari semangat para pemuda dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki tekad untuk bersatu dan melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Salah satu tokoh penting dalam peristiwa tersebut adalah Muhammad Yamin yang turut berperan dalam merumuskan gagasan persatuan pemuda Indonesia.

Menurutnya, semangat perjuangan pemuda pada masa lalu perlu menjadi inspirasi bagi generasi sekarang. Jika dahulu para pemuda berjuang melawan penjajahan, kini generasi muda menghadapi tantangan yang berbeda, salah satunya dalam memanfaatkan kemajuan teknologi.

“Sebagai pemuda, kita sudah tidak lagi bertemu dengan penjajahan seperti yang dialami para pendahulu. Sekarang kita sudah bebas dan merdeka. Kemerdekaan ini harus kita manfaatkan untuk melakukan perubahan yang baik,” tuturnya.

Dia menegaskan, perkembangan teknologi, khususnya gawai dan media sosial, memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk berkarya dan menyebarkan kebaikan. Namun, kemudahan tersebut juga dapat membawa dampak negatif apabila tidak digunakan secara bijak.

Dengan satu kali klik, seseorang dapat menyebarkan informasi, membagikan gagasan, bahkan memengaruhi banyak orang. Karena itu, murid perlu memiliki kesadaran untuk menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari konten yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Dengan semangat Sumpah Pemuda, kita harus bijak menggunakan teknologi. Gunakan gawai untuk hal-hal yang bermanfaat dan jadikan media sosial sebagai sarana menyebarkan kebaikan, bukan justru menjadi petaka bagi diri sendiri maupun orang lain,” pesannya.

Dalam amanatnya, Syafiq juga menyinggung perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin memudahkan berbagai aktivitas manusia, termasuk dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, kecanggihan teknologi perlu dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, memperluas wawasan, dan meningkatkan kreativitas. Namun, kemudahan yang ditawarkan teknologi tidak boleh membuat murid kehilangan kesempatan untuk belajar dari pengalaman dan membangun karakter.

Dia mengingatkan bahwa teknologi dapat membantu manusia memperoleh informasi, tetapi nilai-nilai kehidupan tetap perlu dipelajari melalui proses, pengalaman, keteladanan, dan interaksi dengan sesama.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Teknologi sekarang semakin canggih, terutama dengan hadirnya AI. Namun, untuk mencari hikmah, memahami pengalaman hidup, dan mempelajari nilai-nilai moral, kita tetap membutuhkan proses kehidupan. Hal-hal tersebut tidak bisa begitu saja digantikan oleh AI,” jelasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi murid Spemutu agar tidak hanya mengejar kemudahan dalam belajar, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Selain menekankan pentingnya persatuan dan kebijaksanaan dalam menggunakan teknologi, Syafiq mengingatkan seluruh murid Spemutu untuk menjaga ibadah dan memperkuat keimanan sebagai pelajar di sekolah Muhammadiyah.

Menurutnya, prestasi akademik maupun nonakademik merupakan hal penting yang perlu diperjuangkan. Akan tetapi, keberhasilan tersebut harus berjalan seiring dengan ketaatan kepada Allah Swt.

“Sebagai pelajar di sekolah Muhammadiyah, kita harus menjaga ibadah dan iman. Untuk apa kita berprestasi jika ibadah ditinggalkan? Ketika mendengar azan, tetapi tidak tergerak untuk memenuhi panggilan Allah, kita perlu kembali mengevaluasi diri,” tegasnya.

Dia berharap para murid tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan unggul dalam berbagai bidang, tetapi juga memiliki akhlak mulia, disiplin dalam beribadah, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Spemutu ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, memperkuat karakter, dan membangun kesadaran bahwa perjuangan generasi muda masa kini dapat diwujudkan melalui prestasi, pemanfaatan teknologi secara positif, serta keteguhan iman.

Melalui kegiatan tersebut, Spemutu berharap seluruh murid mampu menjadi generasi penerus yang tidak hanya siap menghadapi perkembangan zaman, tetapi juga tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 28/10/2026 13:15
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu