SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) menyelenggarakan Workshop Kepemimpinan Pembelajaran STEAM di lantai 2 Smamda Tower, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB tersebut menghadirkan Ria Pusvita Sari, M.Pd., STEM Certified Trainer, sebagai pemateri.
Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya Smamda memperkuat kapasitas guru dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna, kolaboratif, kreatif, dan berorientasi pada pemecahan masalah.
Kegiatan dibuka oleh Mustakim, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, dan Mukhlasin, S.T., M.Pd., selaku Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya.
Para guru mengikuti kegiatan dengan antusias, mulai dari pemaparan materi hingga praktik merancang pembelajaran secara berkelompok.
Dalam sesi materi, peserta diajak memahami konsep STEM dan backward design yang salah satunya mengacu pada Taksonomi SOLO. Pendekatan tersebut mendorong guru mengubah cara berpikir dalam merancang pembelajaran.
Guru tidak hanya memulai dengan menentukan metode yang akan digunakan, tetapi terlebih dahulu memikirkan apa yang harus dipelajari dan dikuasai siswa.
Pendekatan ini diharapkan membantu guru menyusun proses pembelajaran secara lebih terarah dengan mempertimbangkan tujuan dan capaian yang ingin diperoleh peserta didik.
Peserta kemudian diperkenalkan dengan konsep Design Thinking yang terdiri atas lima tahapan, yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test.
Konsep tersebut tidak hanya disampaikan secara teoritis. Para guru langsung mempraktikkannya melalui penyusunan lesson design secara berkelompok.
Diskusi berlangsung aktif selama kurang lebih satu jam. Para guru saling bertukar ide, menyampaikan pendapat, dan menuangkan hasil diskusi ke dalam karton.
Dari proses tersebut muncul berbagai gagasan kreatif, di antaranya STEAM Smart Prayer & Character Building, Ecocycle, dan Smamda Green Smart School “Greenova”.
Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil rancangan dan mendapatkan tanggapan dari kelompok lainnya.
Suasana diskusi yang interaktif membuat workshop tidak hanya menjadi ruang untuk belajar, tetapi juga menjadi wadah berbagi gagasan dan pengalaman antarguru.
Diva Crystovani, pengajar Bahasa Indonesia, menyampaikan bahwa workshop tersebut memberikan pengalaman menarik mengenai STEM sekaligus membuka peluang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa.
“Melalui kegiatan ini, nantinya murid tidak hanya memahami teori, tetapi juga belajar memecahkan masalah, bekerja sama, berpikir kreatif, dan menghasilkan sebuah solusi atau produk. Semoga diskusi yang sudah dilakukan bersama Bapak/Ibu guru bisa terealisasikan di sekolah.”
Melalui kegiatan tersebut, Smamda terus mendorong guru menghadirkan pembelajaran yang kolaboratif, kreatif, dan berorientasi pada pemecahan masalah.
Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep yang dipelajari, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments