Puluhan mahasiswa STKIP Muhammadiyah Blora mengikuti Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dengan diterjunkan ke 12 sekolah dasar (SD) mitra di Kabupaten Blora, Senin (7/9/2026).
Penerjunan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari kegiatan akademik untuk memberikan pengalaman langsung kepada calon guru dalam menjalankan aktivitas persekolahan. Selama mengikuti PPL, mahasiswa akan berlatih menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam lingkungan sekolah.
Sebanyak 12 sekolah menjadi lokasi PPL mahasiswa STKIP Muhammadiyah Blora. Sekolah tersebut meliputi SDN 1 Kamolan, SDN 2 Gedangdowo, SDN 1 Buluroto, SDN 3 Kamolan, SDN 1 Puledagel, SDN 1 Bangsri, SDN Balong, SDN 5 Karangjati, SDN 1 Tegalgunung, SDN 1 Karangjati, SDN Bacem, dan SDN 2 Karangjati.
Mahasiswa mengikuti kegiatan praktik persekolahan dengan menjalankan tugas sesuai kebutuhan di sekolah mitra. Selain memperoleh pengalaman dalam proses pembelajaran, mahasiswa juga diarahkan untuk mengenal pengelolaan kelas dan lingkungan sekolah secara langsung.
Salah satu lokasi penerjunan adalah SDN Balong. Kepala SDN Balong, Djamirah, S.Pd.SD., menyambut kehadiran mahasiswa PPL dan menyampaikan pentingnya kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah dasar.
“Sinergi antara kampus dan sekolah dasar ini sangat penting untuk menyegarkan iklim belajar di kelas. Kami berharap kehadiran para mahasiswa tidak hanya untuk mengasah kemampuan mengajar secara profesional, tetapi juga mampu membawa inovasi teknologi yang menyenangkan bagi siswa,” tegas Djamirah.

Menurut Djamirah, keberadaan mahasiswa PPL di sekolah tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kegiatan akademik. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan guru dan siswa serta memahami situasi pembelajaran secara langsung.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) STKIP Muhammadiyah Blora, Wildan Farih Kurniawan, M.Pd., mengapresiasi sekolah mitra yang telah menerima dan mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan PPL. Ia meminta mahasiswa memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperoleh pengalaman dari para guru di sekolah.
“Program ini menjadi ruang transformasi dari teori akademis menuju praktik nyata di lapangan. Kami berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga etika, aktif berkolaborasi, dan tanggap terhadap dinamika kelas agar tumbuh menjadi pendidik yang inklusif, adaptif, dan berdedikasi,” ujar Wildan Farih Kurniawan, M.Pd.
Pendampingan mahasiswa juga dilakukan oleh dosen pembimbing lapangan di masing-masing sekolah. Muhammad Aunur Rofiq, M.Pd., dan Ahmad Teguh Purnawanto, M.Pd., termasuk dosen yang turut mendampingi serta memantau perkembangan mahasiswa selama menjalankan PPL.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal secara langsung aktivitas di sekolah mitra. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa sebelum memasuki dunia pendidikan sebagai calon pendidik.
Penerjunan ke 12 sekolah dasar ini juga menjadi bagian dari kerja sama antara STKIP Muhammadiyah Blora dan sekolah mitra dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan dan praktik mahasiswa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments