Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa UAD dan Unmuh Jember Ajak Siswa SDN 1 Sumberasri Pahami Batas Bercanda

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa UAD dan Unmuh Jember Ajak Siswa SDN 1 Sumberasri Pahami Batas Bercanda
Mahasiswa UAD dan Unmuh Jember mengedukasi siswa SDN 1 Sumberasri tentang bullying dan batas bercanda dalam pertemanan (Fadilah Ramadhana Mustofa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bersama Universitas Muhammadiyah Jember Kampus 2 Banyuwangi mengajak siswa SD Negeri 1 Sumberasri, Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, memahami bullying dan batas dalam bercanda, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan edukasi yang diikuti siswa kelas 4, 5, dan 6 tersebut dikemas secara interaktif. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengajak siswa menonton video, mengikuti kuis, bermain, dan berdiskusi mengenai perilaku bullying dalam pertemanan.

Materi yang disampaikan membahas bullying yang dapat terjadi dalam hubungan antarteman. Siswa dikenalkan bahwa bullying tidak selalu berbentuk tindakan fisik. Perkataan seperti mengejek, mengganggu, atau mempermalukan teman juga perlu diperhatikan, terutama apabila dilakukan berulang dan membuat teman merasa tidak nyaman.

Mahasiswa kemudian mengajak siswa memahami kembali batas dalam bercanda. Seseorang mungkin merasa dirinya hanya sedang bercanda, tetapi teman yang menjadi sasaran belum tentu merasakan hal yang sama.

Karena itu, siswa diajak memperhatikan respons teman ketika bercanda. Candaan yang membuat teman merasa sakit hati atau tidak nyaman perlu dihentikan agar tidak berkembang menjadi perilaku yang dapat menyakiti orang lain.

Selain membahas bullying, siswa juga diajak memahami pentingnya menghargai orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan mendengarkan ketika guru atau teman sedang berbicara di depan kelas serta tidak mengganggu.

Sikap saling menghargai juga dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti tidak mengejek teman, membantu ketika ada yang membutuhkan, dan berteman tanpa memilih-milih.

Untuk membuat pembelajaran lebih mudah dipahami, mahasiswa menggunakan video sebagai bagian dari penyampaian materi. Setelah itu, siswa mengikuti kuis dan permainan yang berkaitan dengan pembahasan bullying.

SMPM 5 Pucang SBY

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama mahasiswa KKN. Siswa diberikan ruang untuk menyampaikan pemahaman dan pandangan mereka mengenai perilaku yang terjadi dalam pertemanan sehari-hari.

Mahasiswa KKN juga mengingatkan bahwa seseorang terkadang tidak menyadari perilakunya kepada teman sudah termasuk bullying. Pemahaman tersebut penting agar siswa dapat lebih berhati-hati dalam berinteraksi, terutama ketika bercanda.

Dita, mahasiswa KKN, menyampaikan bahwa perilaku bullying perlu dihentikan atau setidaknya dikurangi. Menurutnya, tindakan yang dilakukan secara berlebihan dapat membuat orang lain merasa sakit hati.

“Perilaku bullying harus segera dihentikan atau setidaknya dikurangi. Terkadang kita tidak menyadari bahwa perilaku yang kita lakukan kepada teman sudah termasuk bullying. Ketika dilakukan secara berlebihan, hal tersebut dapat membuat hati teman kita sakit dan justru membuat kita dijauhi atau dikucilkan. Terlebih lagi, tindakan bullying dapat meninggalkan dampak yang mendalam bagi korbannya,” ujar Dita.

Setelah penyampaian materi dan diskusi, kegiatan ditutup dengan kuis dan permainan. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi kepada siswa untuk mengenali bullying serta membangun kebiasaan saling menghargai dalam pertemanan. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 08/09/2026 16:07
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu