
PWMU.CO – Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo mengadakan Safari Ramadan bersama Penceramah asal Palestina, Syaikh Abdul Gani Jamal Muhammad di Masjid Al Mahdi Perumtas 3 Grabagan Tulangan, Sidoarjo yang merupakan milik Amal Usaha Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Grabagan, Sabtu (8/3/2025).
Syaikh Abdul Gani memiliki berbagai prestasi membanggakan di negaranya, di antaranya:
1. Hafidz Quran Bersanad.
2. Sarjana Dirasat Islamiyah Universitas Al Azhar Gaza.
3. 14 Tahun Guru Tahfidz Quran.
4. 10 Tahun Imam Masjid Ibadurrahman Kementerian Wakaf dan urusan agama.
5. 10 Tahun mengajar daurah tajwid Al-Quran di Gaza.
Dalam kegiatan ini, Syaikh Abdul Gani juga memimpin shalat Isya berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan shalat Tarawih.
Ia memulai dengan membaca Surat Al-Isra, yang kemudian dibagi dalam delapan rakaat berikutnya. Shalat Witir ditutup dengan bacaan Surat Al-‘Asr, Surat Al-Kafirun, dan Surat Al-Ikhlas.
Syaikh Abdul Gani dalam kultum shalat Tarawih, menekankan pentingnya tobat nasuha. Ia menjelaskan bahwa tobat nasuha adalah tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh keikhlasan, serta disertai tekad untuk tidak mengulangi dosa yang telah dilakukan.
Dalam Islam, Allah SWT selalu membuka pintu tobat bagi setiap hamba-Nya, asalkan mereka memenuhi syarat-syarat tobat yang benar.
Syaikh Abdul Gani memaparkan syarat diterimanya tobat, di antaranya yaitu:
1. Ikhlas karena Allah SWT
Tobat harus dilakukan dengan niat yang tulus semata-mata untuk meraih ridha Allah SWT, bukan karena tekanan atau kepentingan duniawi.
2. Menyesali Dosa yang Telah Dilakukan
Seorang hamba harus merasa bersalah dan sedih atas dosa yang telah diperbuat serta memahami dampak buruknya.
3. Berhenti dari Perbuatan Dosa
Tobat tidak akan sah jika seseorang masih terus melakukan dosa yang sama. Ia harus berhenti dan menjauh dari maksiat tersebut.
4. Berkomitmen Tidak Mengulanginya Lagi
Janji kepada Allah untuk tidak mengulangi dosa adalah bagian penting dari tobat nasuha. Meskipun manusia bisa tergelincir, niat dan usaha untuk meninggalkan dosa harus benar-benar kuat. Oleh karena itu, seseorang perlu memperkuat tekad, menjauhi hal-hal yang dapat menjerumuskan kembali, serta terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Di akhir kultum Tarawih, Syaikh Abdul Gani menyampaikan pesan perdamaian dari tanah kelahirannya, Palestina. Ia mengungkapkan bahwa warga Palestina merasa hatinya dekat dengan bangsa Indonesia.
“Mengapa bisa demikian?. Hal ini karena banyaknya bantuan yang diberikan Indonesia, seperti rumah sakit, tempat tinggal, sarana prasarana, serta makanan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat Palestina,” terang Syaikh Abdul Gani.
Di akhir acara, kaleng infak untuk Palestina yang diedarkan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp2.810.000. Selain itu, terdapat tambahan dari hasil lelang syal Palestina untuk amal donasi bagi warga Palestina.
Nama-nama pembeli dalam lelang syal Palestina di antaranya yaitu Marhaban, Hanang, Adi, Nanang, Andika, Alfin, dan Basir. (*)
Penulis Sumardani Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments