Menteri Haji RI Irfan Yusuf, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jamaah haji Indonesia atas kedisiplinan selama menjalankan rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Apresiasi tersebut disampaikan saat menyambut kepulangan jamaah Kloter 116 Embarkasi Surabaya, Rabu (1/7/2026), yang menjadi kloter terakhir dari Jawa Timur sekaligus menandai berakhirnya hampir seluruh operasional penyelenggaraan haji Indonesia tahun 2026.
Sebagai penutup penyelenggaraan haji tahun ini, Kloter 116 menjadi rombongan terakhir yang tiba di Embarkasi Surabaya.
Menurut Irfan, setelah kepulangan jamaah dari Surabaya, Indonesia hanya tinggal menunggu satu kloter terakhir yang mendarat di Makassar sebelum seluruh operasional haji resmi berakhir.
“Jawa Timur hari ini menerima kloter terakhir. Insyaallah, setelah ini tinggal kloter terakhir yang tiba di Makassar. Setelah itu seluruh operasional haji Indonesia tahun 2026 resmi selesai,” ujarnya.
Irfan mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelumnya dirinya bersama jajaran Kementerian Haji bertemu Presiden Republik Indonesia untuk melaporkan pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan haji yang dinilai berjalan lancar.
Menurut Irfan, apresiasi itu tidak hanya ditujukan kepada petugas penyelenggara, tetapi juga kepada seluruh jamaah haji Indonesia yang menunjukkan sikap disiplin dan tertib selama berada di Tanah Suci.
“Beliau sangat mengapresiasi pelaksanaan haji tahun ini. Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji, terutama kepada seluruh jamaah haji Indonesia yang dinilai sangat tertib dan disiplin selama berada di Tanah Suci,” tuturnya.
Selain itu, Irfan juga menyampaikan salam Presiden kepada seluruh jamaah yang baru tiba di Tanah Air.
“Saya menyampaikan salam dari Bapak Presiden kepada seluruh jamaah. Beliau mengucapkan, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, dan berharap seluruh jamaah menjadi haji yang mabrur,” katanya.
Irfan juga mengingatkan, kemabruran haji tidak berhenti pada selesainya seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Menurutnya, predikat haji mabrur harus tercermin dalam perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Haji mabrur itu tandanya kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Lebih baik ibadahnya, lebih baik akhlaknya, lebih baik kepedulian sosialnya, dan lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat,” pesannya.
Dia berharap seluruh jamaah mampu menjaga semangat spiritual yang diperoleh selama berhaji sehingga dapat menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Irfan memilih menyampaikan sambutan secara singkat karena memahami kondisi jamaah yang baru menempuh perjalanan panjang dari Madinah menuju Surabaya.
“Saya tahu Bapak-Ibu sudah menunggu lama di bandara, kemudian menempuh penerbangan sekitar 10 jam. Tentu semua ingin segera berkumpul dengan keluarga di rumah,” ujarnya.
Sebelum menutup sambutan, ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari petugas embarkasi, imigrasi, maskapai penerbangan, tenaga kesehatan, hingga seluruh petugas haji yang mendampingi jamaah sejak keberangkatan sampai kepulangan.
“Terima kasih kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi sehingga penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan baik. Semoga seluruh jamaah memperoleh predikat haji mabrur dan membawa keberkahan bagi keluarga serta masyarakat,” pungkasnya.awa keberkahan bagi keluarga serta masyarakat,” ujarnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments