Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muktamar XVI Tapak Suci Dibuka di Simpang Lima, Kapolri Ajak Pesilat Jadi Cooling System

Iklan Landscape Smamda
Muktamar XVI Tapak Suci Dibuka di Simpang Lima, Kapolri Ajak Pesilat Jadi Cooling System
Kapolri bersama jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah di pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci di Semarang. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Pesilat Tapak Suci diminta tidak hanya piawai di gelanggang, tetapi juga ikut menjaga ketenangan di tengah masyarakat. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak keluarga besar Tapak Suci jadi cooling system untuk mencegah konflik sosial, menangkal hoaks, dan membentengi generasi muda dari narkoba, judi online, serta kekerasan.

Pesan itu disampaikan Kapolri saat Pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Sabtu (8/8/2026).

Muktamar XVI Tapak Suci yang mengusung tema “Berakar Tradisi, Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia” dihadiri ribuan pesilat, pendekar, kader, serta keluarga besar Tapak Suci dari berbagai daerah dan negara.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri dan Wali Kota Semarang juga menerima anugerah sebagai Anggota Kehormatan Tapak Suci. Penghargaan itu menjadi simbol penguatan persaudaraan dan sinergi antara Tapak Suci, Polri, dan pemerintah daerah.

Pembukaan ditandai dengan apel di Lapangan Pancasila yang dihadiri sejumlah pejabat negara, pimpinan Muhammadiyah, dan tokoh olahraga nasional. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir membuka Muktamar XVI secara resmi.

Salah satu momen penting dalam pembukaan adalah penganugerahan Anggota Kehormatan Tapak Suci kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Wali Kota Semarang.

Ketua Umum PP Tapak Suci Drs. H. Muhammad Afnan Hadikusumo menyerahkan penghargaan tersebut sebagai bagian dari penguatan hubungan dan persaudaraan antara Tapak Suci dengan berbagai elemen bangsa.

Kapolri menyebut penghargaan itu sebagai amanah sekaligus pengikat persaudaraan antara Polri dan keluarga besar Tapak Suci.

Ia berharap jaringan kader dan pesilat Tapak Suci yang tersebar di berbagai daerah dapat ikut mengambil peran dalam menjaga ketertiban dan ketahanan sosial masyarakat.

Menurut Kapolri, Tapak Suci memiliki posisi strategis untuk menjadi cooling system di tengah masyarakat. Peran itu antara lain dapat diwujudkan melalui upaya mencegah konflik sosial, menangkal hoaks, serta membentengi generasi muda dari narkoba, judi online, dan kekerasan.

Sinergi tersebut, kata dia, sejalan dengan penguatan program Sabuk Kamtibmas Polri.

SMPM 5 Pucang SBY

Kapolri juga menyinggung situasi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. Di tengah kondisi tersebut, ia mengapresiasi ketahanan ekonomi Indonesia yang menurutnya tetap tumbuh positif, termasuk pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen secara tahunan pada Triwulan II 2026.

Merah di Simpang Lima

Sejak pagi, ribuan peserta dengan seragam merah khas Tapak Suci memenuhi kawasan Simpang Lima. Warna merah berpadu dengan sabuk kuning para pesilat, menciptakan pemandangan khas di salah satu ruang publik utama Kota Semarang.

Peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib. Pembukaan diawali pembacaan Kalam Ilahi dan Ikrar Tapak Suci, dilanjutkan pelantikan Pendekar Kehormatan, sambutan para tokoh, penampilan seni pencak budaya, serta penyerahan apresiasi.

Sejumlah pejabat hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Penasihat Khusus Presiden Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Wakil Ketua Umum PB IPSI Letjen TNI Mohamad Hasan.

Pembukaan Muktamar XVI juga menampilkan pesilat dari berbagai negara. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa Tapak Suci telah berkembang melampaui batas-batas nasional.

Muktamar ini sebelumnya diawali dengan Sidang Tanwir yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Semarang. Sejumlah agenda strategis organisasi dibahas, termasuk arah pengembangan Tapak Suci menuju organisasi yang semakin modern, mandiri, dan mendunia.

Karena itu, Muktamar XVI tidak berhenti pada agenda pergantian kepemimpinan. Forum ini menjadi ruang untuk membaca kembali posisi Tapak Suci di tengah perubahan zaman.

Dari Simpang Lima, Tapak Suci menegaskan identitasnya: berakar pada tradisi, tetapi tidak ingin berhenti di masa lalu. Ia membawa pencak silat, kaderisasi, dakwah, dan nilai-nilai kebangsaan menuju panggung yang lebih luas. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 08/08/2026 21:59
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu