Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tabligh Ashghar di Musala Al-Bunyamin, KH Agus Salim Apresiasi Semangat Pemuda

Iklan Landscape Smamda
Tabligh Ashghar di Musala Al-Bunyamin, KH Agus Salim Apresiasi Semangat Pemuda
KH Agus Salim (paling kiri) saat berpose bersama. (Istimewa/PWMU.CO)
Oleh : Alfain jalaluddin ramadlan

Drs. KH Agus Salim Syukran, M.Pd. menghadiri sekaligus menyampaikan tausiyah dalam kegiatan Tabligh Ashghar yang digelar di Musala Al-Bunyamin, Desa Sedayu Lawas, Senin (6/7/2026). Meski diselenggarakan secara sederhana di tingkat musala, kegiatan tersebut memberikan kesan mendalam karena kuatnya semangat para pemuda dalam memakmurkan rumah ibadah.

Pengajian yang diprakarsai para pemuda di bawah koordinasi Roy Imam Syah itu menjadi bukti bahwa musala tidak hanya difungsikan sebagai tempat salat berjamaah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat. Berbagai kegiatan rutin digelar, mulai dari pengajian, pembelajaran Al-Qur’an, hingga aktivitas sosial-keagamaan yang melibatkan masyarakat.

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, panitia juga mengadakan berbagai perlombaan bagi anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu. Di antaranya lomba membaca Al-Qur’an, adzan, dan sejumlah perlombaan keagamaan lainnya. Antusiasme masyarakat yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa musala dapat menjadi pusat aktivitas keagamaan apabila dikelola dengan baik.

KH Agus Salim Syukran mengapresiasi dedikasi para pemuda yang memilih berkontribusi melalui kegiatan-kegiatan positif di lingkungan masyarakat.

Dalam sambutannya, Roy Imam Syah mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi sebagian generasi muda di desanya yang mulai terpengaruh aktivitas negatif, termasuk ancaman penyalahgunaan narkoba.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, Ustadz Roy bersama rekan-rekannya berinisiatif menjadikan Mushalla Al-Bunyamin sebagai ruang pembinaan dan wadah berkumpul bagi anak-anak muda melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat.

Bagi KH Agus Salim Syukran, langkah tersebut merupakan wujud nyata dakwah yang tidak berhenti pada penyampaian nasihat, tetapi menghadirkan solusi konkret bagi persoalan masyarakat.

Dalam tausiyahnya, Agus Salim Syukran mengajak jamaah menjadikan pergantian tahun sebagai momentum muhasabah. Menurutnya, bertambahnya tahun berarti usia manusia semakin berkurang sehingga setiap muslim perlu terus memperbaiki kualitas ibadah, akhlak, dan amal saleh.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia juga menjelaskan bahwa makna hijrah tidak hanya dipahami sebagai perpindahan tempat, melainkan perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

“Hijrah adalah meninggalkan kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik, kemudian terus meningkatkan diri dari kebaikan menuju kebaikan yang lebih sempurna,” ujarnya.

Selain itu, ia meluruskan berbagai anggapan yang masih berkembang di masyarakat mengenai mitos bulan Muharram (Suro), Dzulqa’dah (Selo), maupun Safar yang dianggap sebagai bulan pembawa kesialan. Menurutnya, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.

“Tidak ada bulan yang buruk. Semua waktu adalah ciptaan Allah SWT. Baik atau buruknya suatu waktu ditentukan oleh bagaimana manusia mengisinya dengan amal saleh atau kemaksiatan,” tegasnya.

Mengakhiri kunjungannya, KH Agus Salim Syukran menyampaikan rasa syukur dapat menyaksikan semangat para pemuda yang istiqamah memakmurkan musala. Ia berharap ikhtiar yang dilakukan di Mushalla Al-Bunyamin dapat menjadi inspirasi bagi musala dan masjid lainnya untuk menjadikan rumah Allah sebagai pusat pembinaan umat.

“Perubahan besar sering kali berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan istiqamah,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 08/07/2026 20:29
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu