Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Takmir Masjid Ar-Royyan Perkuat Kompetensi melalui Pelatihan Manajemen Masjid

Iklan Landscape Smamda
Takmir Masjid Ar-Royyan Perkuat Kompetensi melalui Pelatihan Manajemen Masjid
Saat utusan Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran menyelesaikan Map Canvas Masjid Action Plan, foto bersama Ustazah Rizky selaku narasumber. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Pengelolaan masjid di era modern tidak lagi cukup mengandalkan semangat pengabdian semata. Perubahan kebutuhan jemaah dan perkembangan teknologi menuntut takmir memiliki kemampuan manajerial, strategi dakwah, serta pemanfaatan teknologi informasi agar masjid tetap menjadi pusat pembinaan umat yang relevan.

Komitmen tersebut ditunjukkan Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran, Sidoarjo, dengan mengirimkan dua delegasi mudanya, Bayu Firdaus dan Lazuardi Imani, mengikuti program pelatihan dan pendampingan takmir masjid tingkat regional.

Sejak sesi pertama, keduanya aktif mengikuti seluruh rangkaian pelatihan sebagai bekal meningkatkan kapasitas pengelolaan masjid. Langkah ini sekaligus menjadi upaya menyiapkan regenerasi kepengurusan melalui pelibatan generasi muda dalam penguatan kompetensi manajemen masjid.

Program yang diinisiasi Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) tersebut telah berlangsung selama beberapa bulan dan diikuti pengurus takmir dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kapasitas pengelolaan masjid agar lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Pada sesi ketiga yang digelar Sabtu (11/7/2026) di SMA Al-Falah Ketintang, Surabaya, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber, yakni Ustaz Anggy Sulaiman, Pengasuh Masjid Sejuta Pemuda Sukabumi, dan Ustazah Rizky Puspa Dewi dari Tim Eksekutif Manajemen Masjid Al-Falah Sragen.

Dalam sesi pertama, Ustaz Anggy membahas pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan masjid. Ia mendorong para takmir untuk memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda dalam mengembangkan layanan berbasis teknologi informasi.

Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi salah satu kunci agar masjid mampu menjawab tantangan dakwah di era digital sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.

SMPM 5 Pucang SBY

Sementara itu, pada sesi kedua, Ustazah Rizky mengajak peserta menyusun Map Canvas Masjid Action, sebuah instrumen perencanaan strategis yang membantu takmir memetakan karakteristik masjid, profil jemaah utama, serta kebutuhan riil yang harus dipenuhi.

Melalui pendekatan tersebut, peserta juga diminta menyusun tiga program prioritas lengkap dengan kebutuhan sumber daya, strategi penghimpunan dana, hingga indikator keberhasilan atau Key Performance Indicator (KPI) yang terukur.

“Kebanyakan masjid saat ini berjalan ala kadarnya, belum terstruktur mulai dari program prioritas, program pendukung, hingga segmentasi kegiatannya. Karena itu, pengurus takmir perlu menyadari bahwa pengelolaan masjid juga membutuhkan strategi yang matang agar dakwah dapat berjalan lebih efektif,” ujar Ustazah Rizky.

Pelatihan ini memberikan perspektif bahwa pengelolaan masjid memerlukan perencanaan, evaluasi, dan inovasi yang berkelanjutan. Selain menguatkan fungsi ibadah, masjid juga dituntut mampu menjadi pusat pemberdayaan umat yang responsif terhadap perkembangan masyarakat.

Keikutsertaan Bayu Firdaus dan Lazuardi Imani menjadi bagian dari komitmen Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran dalam menyiapkan kader muda yang memiliki kompetensi manajerial, sehingga estafet kepemimpinan masjid dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu