Suasana penuh keakraban mewarnai Temu Alumni IPM/IRM dan Pembentukan Koordinator Daerah (Korda) Alumni IPM/IRM Kabupaten Lamongan yang berlangsung di Aula A. Zahri SMAM 9 Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Lamongan, Sabtu (12/9/2026)
Kegiatan tersebut diikuti para aktivis IPM/IRM dari berbagai generasi, mulai era 1990-an hingga 2022. Para alumni datang dari berbagai daerah dengan membawa keluarga masing-masing. Sebagian hadir bersama pasangan, bahkan tidak sedikit yang mengajak anak-anak mereka.
Pertemuan lintas generasi tersebut berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Canda tawa, humor, serta cerita masa lalu mewarnai suasana temu alumni. Berbagai kenangan ketika menjadi aktivis IPM/IRM kembali bermunculan, terutama pengalaman saat menjalankan amanah kepemimpinan pada masing-masing periode.
Momen tersebut seolah membawa para alumni kembali ke masa ketika mereka aktif dalam berbagai kegiatan pelajar Muhammadiyah. Pengalaman berorganisasi, dinamika kepemimpinan, kegiatan perkaderan, hingga berbagai cerita unik selama menjadi aktivis menjadi bahan obrolan yang membuat suasana semakin akrab.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan reuni, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting untuk melakukan pembentukan Korda Alumni IPM/IRM Kabupaten Lamongan yang baru. Kepengurusan baru tersebut dibentuk untuk menggantikan Korda sebelumnya yang berada di bawah kepemimpinan Imam Ghozali.
Dalam proses pemilihan, para alumni secara mufakat menetapkan kepengurusan Korda Alumni IPM/IRM Kabupaten Lamongan yang baru.
Adapun susunan Korda Alumni IPM/IRM Kabupaten Lamongan terpilih yakni Afan Alfian sebagai Ketua, Abdul Kholis sebagai Sekretaris, dan Sutono sebagai Bendahara.
Korda baru tersebut diharapkan mampu menjadi wadah silaturahmi dan komunikasi bagi para alumni IPM/IRM di Kabupaten Lamongan. Selain memperkuat hubungan antargenerasi alumni, keberadaan Korda juga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan kader IPM/IRM generasi saat ini.
Pertemuan tersebut menjadi semakin bermakna karena berlangsung bersamaan dengan momentum Musyawarah Daerah (Musyda) XX IPM Kabupaten Lamongan. Kehadiran para alumni di arena Musyda menunjukkan bahwa perjalanan kaderisasi IPM memiliki kesinambungan lintas generasi.
Kehadiran alumni dari berbagai periode menjadi momentum untuk mempertemukan pengalaman masa lalu dengan semangat dan gagasan kader IPM generasi sekarang. Para alumni tidak hanya mengenang perjalanan organisasi, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada kader yang tengah mengikuti proses permusyawaratan.
Silaturahmi tersebut sekaligus menegaskan bahwa ikatan kader IPM/IRM tidak berhenti ketika masa kepengurusan berakhir. Nilai-nilai perkaderan, persahabatan, pengalaman organisasi, serta semangat pengabdian tetap menjadi bagian yang melekat dalam perjalanan para alumninya.
Para alumni berharap Musyda XX IPM Lamongan mampu melahirkan keputusan strategis dan kepemimpinan yang dapat membawa IPM semakin maju serta mampu menjawab tantangan pelajar dan generasi muda di era perubahan.
Bagi para alumni, pertemuan tersebut bukan sekadar reuni. Lebih dari itu, temu alumni menjadi ruang untuk merawat persaudaraan, menyambung kembali komunikasi yang sempat terputus, sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk terus memberikan kontribusi bagi Muhammadiyah, masyarakat, dan generasi penerus.
Dari berbagai cerita yang disampaikan, satu hal tampak jelas: masa menjadi aktivis IPM/IRM boleh berlalu, tetapi persaudaraan dan semangat pengabdian tidak pernah berakhir. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments