Pembelajaran Bahasa Inggris di SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) akan semakin interaktif dengan kehadiran Rebecca Mayim Barr, guru tamu asal New York, Amerika Serikat. Melalui program AIESEC ETA (English Teaching Assistant), Rebecca akan berbagi ilmu, pengalaman, dan budaya selama delapan bulan ke depan. Ia tiba di Smamita pada Jumat (16/10/2026).
Kehadiran Rebecca menjadi kesempatan bagi siswa Smamita untuk mempraktikkan Bahasa Inggris secara langsung bersama penutur dari Amerika Serikat. Siswa tidak hanya mempelajari kosakata dan tata bahasa di kelas, tetapi juga berlatih percakapan sehari-hari sekaligus mengenal budaya masyarakat Amerika.
Koordinator Program Muhammadiyah International Class Orientation (M-ICO), Amilia Mahmuda, M.Pd., menjelaskan bahwa Rebecca belum dapat mengajar secara langsung selama September 2026 karena terkendala proses administrasi izin tinggal sementara bagi warga negara asing. Untuk sementara, kegiatan pembelajaran berlangsung secara daring.
“Alhamdulillah, sekarang izin tinggalnya sudah keluar sehingga Miss Rebecca bisa hadir langsung di Smamita dan berinteraksi dengan siswa dalam pembelajaran tatap muka,” jelasnya.
Mendampingi Guru, Menguatkan Keberanian Siswa
Selama bertugas, Rebecca akan menjadi asisten guru Bahasa Inggris. Ia akan mendampingi tiga guru Bahasa Inggris Smamita dalam proses pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman komunikasi langsung kepada siswa.
Menurut Amilia, kehadiran Rebecca diharapkan dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan berbicara (speaking), memperkaya kosakata, dan membiasakan diri berkomunikasi dalam Bahasa Inggris pada situasi nyata.
Siswa juga berkesempatan mempelajari pengucapan, ekspresi, dan penggunaan bahasa dalam percakapan sehari-hari. Pengalaman tersebut diharapkan membuat pembelajaran lebih interaktif, komunikatif, dan menyenangkan.
Lebih dari sekadar meningkatkan kemampuan berbahasa, kehadiran guru tamu ini diharapkan menumbuhkan keberanian siswa untuk berbicara. Mereka didorong untuk mencoba, aktif bertanya, dan tidak takut melakukan kesalahan saat menggunakan Bahasa Inggris.
Sebab, belajar bahasa bukan hanya tentang menghafal kosakata atau memahami rumus tata bahasa. Kemampuan berkomunikasi juga berkembang melalui kebiasaan berlatih, mendengarkan, dan berinteraksi dengan orang lain.
Membuka Jendela Dunia dari Sekolah
Selama delapan bulan ke depan, interaksi dengan Rebecca akan menjadi bagian dari pengalaman belajar siswa Smamita. Kesempatan ini diharapkan mendorong siswa menggunakan Bahasa Inggris secara lebih alami, baik saat mengikuti pelajaran maupun dalam percakapan sehari-hari.
Program guru tamu ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Smamita memperluas wawasan internasional dan mempersiapkan generasi yang berdaya saing global. Di tengah dunia yang semakin terhubung, penguasaan bahasa asing menjadi bekal penting untuk melanjutkan pendidikan, membangun jejaring, dan menghadapi dunia kerja.
Melalui program AIESEC ETA, jarak geografis antara New York dan Sidoarjo seolah mendekat. Siswa tidak harus pergi ke luar negeri untuk mulai mengenal dunia internasional. Mereka dapat membangun pengalaman tersebut dari ruang kelas melalui percakapan sederhana, pertanyaan, dan keberanian untuk mencoba.
Dari New York ke Smamita, Rebecca tidak sekadar membawa pengalaman mengajar. Kehadirannya juga membuka ruang bagi siswa untuk belajar lintas budaya, memperluas cakrawala, dan melangkah lebih percaya diri menuju dunia global. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments